Jumat, 07 Februari 2014

Mengkaji Akun Twitter @TrioMacan2000 ; Fenomena Jejaring Sosial yang Mengguncang Publik dan Meruntuhkan Dominasi Media Mainstream

Terkadang, gema dari kegelapan terdengar jelas bukan karena darimana sumbernya, melainkan dari bobot bunyinya....
Akun twitter anonim @TrioMacan2000 semakin menjadi bahan perdebatan, tidak hanya di jejaring sosial dan Televisi namun banyak tokoh sudah angkat bicara. Beberapa media massa internasional juga mengulas sepak terjang akun "hantu" yang mengganggu pelanggar hukum ini. TM2000 adalah akun twitter yang suka membongkar skandal dan korupsi petinggi, rencana-rencana rahasia dibalik layar yang tidak diketahui publik serta menebar teror kepada pihak-pihak yang dianggapnya menipu rakyat. Anehnya, banyak hal yang diungkap TM2000 sulit untuk dibantah karena dia beber data: detail, jelas dan kejam. Akun kegelapan ini dibenci sekaligus dirindu. Orang lalu heran, dari mana akun siluman ini mendapatkan info dan salinan data-data yang memiliki kerahasiaan tingkat tinggi? TM2000 mengklaim punya ribuan jaringan, sesumbar punya akses intelejen di mana-mana;"Kami adalah Ronin NKRI." Mari kita ulas si hantu ini.
Siapapun yang mengikuti kicauan akun TM2000 pasti terheran-heran, penasaran, ada yang jengkel, emosi dan banyak lagi yang mendukungnya. Akun kontroversial ini tak berhenti, terus membongkar, membuka rahasia yang sensitif dan mengguncang akal yang waras dan perhatikanlah di search di google: sudah banyak korbannya. TM2000 tidak hanya membongkar data kasus korupsi di lingkar elit kekuasaan, mereka juga menelanjangi konspirasi apa yang terjadi di balik layar petinggi negeri, praktek suap ratusan miliar hingga triliunan yang diduga melibatkan pengusaha hitam mafia hukum dan media bayaran, sandiwara KPK, kasus di lingkaran dalam Istana, kebobrokan Kejaksaan, bandar Narkoba hingga kasus yang berskala internasional. Si Macan benar-benar 'nekad' dan seakan sudah putus urat takutnya. Macan sableng ini tegas katakan bahwa "Sebagian besar yang kita saksikan di media massa adalah telenovela pembohongan publik yang disponsori koruptor!" Nah tambah edan si macan ini :D
Ada beberapa contoh "issue-issue" besar yang menjadi sasaran serangan TM2000, yang tidak hanya menggemparkan publik dan menggetarkan dinding istana Presiden tetapi juga mengundang teror maut bagi orang-orang yang diduga berkaitan dengan admin siluman "gendeng", antara lain:
  • Mega skandal korupsi yang bagi TM2000 dilakukan oleh Dahlan Iskan (Meneg BUMN) yang kalau ditotal mencapai nilai kerugian negara ratusan triliun. Diantara keheranan orang-orang, TM2000 membeberkan data tertulis, bukti MOU, bukti pemalsuan, daftar rincian kasus per kasus dan dia menantang siapapun untuk membantah tuduhannya. Khusus untuk serangannya pada DIS sang pemilik JawaPos Group, TM2000 pernah melaporkannya ke KPK namun katanya dicuekin sehingga mereka maju ke Sekretaris Kabinet Dipo Alam melalui konsultan hukum yang mereka sewa dan diliput secara luas di media. "untuk kasus korupsinya di PLN, mafia ngaspo ini telah merampok 37 triliun uang negara, saat ini sudah menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk suap Kejaksaan pasca mundurnya Nur Pamuji Dirut PLN. Dia akan segera membusuk di Penjara." kira-kira demikian koar TM2000. Akun horor ini juga membuka rahasia istri-istri DIS yang katanya salah satunya adalah perempuan muda di Cina. Gile nih si Macan.
  • Kasus besar yang di bongkar TM2000 lagi adalah issue PENCITRAAN PALSU JOKOWI, dimana dibelakang semua itu adalah sokongan dana besar dari : konsorsium Cina yang membawa lari uang BLBI ke Singapura, didukung penuh oleh barisan James Riady (Lippo Group) yang punya agenda besar untuk garong kekayaan RI. Kemudian di dukung oleh Arkansas Connection terutama seorang konsultan pencitraan kaliber dunia berdarah Yahudi Stan Greenberg yang sukses mengorbitkan citra puluhan pimpinan dunia. Kicauan TM2000 tentang Jokowi-Ahok ini unik dan mengejutkan banyak pihak. Menurut TM2000 Jokowi bukanlah pemimpin yang sehebat dia diberitakan media karena dibelakang citra besar Jokowi disokong oleh triliunan dana iklan untuk menjadikan Jokowi sebagai Presiden RI yang kelak akan menjadi boneka konglo-konglo hitam yang kini tidak berani ke Indonesia. Masih menurut TM2000, Jokowi punya "Prajurit" khusus di dunia maya, ratusan jumlahnya digaji dalam 3 shiff kerja, tugasnya untuk mem beckup berita-berita di media jejaring sosial, facebook, twitter dst, untuk mencaci maki orang yang menjelekkan Jokowi serta memuja-muja berita baik tentang Jokowi. Kemanapun Jokowi pergi selalu diikuti oleh media massa yang telah dibayar mahal, lokasi blusukan Jokowi telah dikondisikan dengan baik dan Jokowi tinggal tampil saja dengan perawakannya yang kurus dan seakan-akan tidak memiliki apa-apa kecuali cinta rakyat jelata. Dan yang lebih mengejutkan adalah: kicauan TM2000 tentang Jokowi yang penuh dengan kasus korupsi ketika dia masih menjadi Walikota Solo yang selama ini ditutupi media massa besar dan kegagalan Jokowi di dalam menggunakan APBD DKI yang serapannya minim dan korupsi di KJS. Katanya, Jokowi telah menjadi boneka bagi konglo hitam musuh negara dan hanya memanfaatkan dukungan rakyat untuk egonya sendiri. Hebatnya, TM2000 sejak lama telah meramalkan bahwa Bu Megawati (PDIP) tidak akan merekom Jokowi untuk menjadi Capres RI karena putri Proklamator tersebut sudah tahu gelagat aneh Jokowi yang rela mau diboncengi konglo2 BLBI, James Riady Cs. TM2000 tidak berhenti sampai di situ, juga membuka rahasia hidup AHOK alias Basuki Tjahja Purnama yang katanya ternyata nama aslinya Basuki Tjandra, sengaja ganti nama karena sebelum mencalonkan jadi Wagub DKI dia adalah tersangka beberapa kasus korupsi di Belitung dan dipatieskan di tingkat Kejaksaan karena lobi-lobi elit. Serangan TM2000 kepada Jokowi tampaknya sangat panjang karena hingga hari ini dia terus mengatakan Jokowi telah menipu rakyat Indonesia dengan citra palsunya demi ambisi menjadi Presiden boneka pengusaha hitam musuh republik Indonesia.
  • TM2000 dengan lantang tegas dan kongkrit menyerang Presiden RI pak SBY baik sebagai Presiden maupun sebagai Pribadi (keterlaluan nih Macan hehe), dengan mengungkap beberapa indikasi pembiaran SBY terhadap sejumlah korupsi kelas kakap, hingga rahasia pribadi Presiden misalnya: pernikahan pertama SBY sebelum dengan bu Ani Yudhoyono yang katanya ditutupi rapat oleh publik dan skenario super rahasia istana dalam mengendalikan KPK, MK dan seluruh lembaga tinggi negara untuk mengamankan keluarga besar Cikeas sekaligus melibas musuh-musuh mereka hingga mampus di Penjara.
  • TM2000 sangat buas membongkar kasus-kasus besar yang melibatkan ring 1 istana seperti Bunda Putri (yang asli bukan versi media massa mainstream), Sengman, Menteri kabinet dekat SBY, anak-keluarga Menteri termasuk perselingkuhan keluarga Menteri orang dekat SBY. TM2000 berkoar bahwa dia memegang data valid dan tidak ada yang mampu membantahnya, beberapa kasus sudah terbukti benar, seperti korupsi anak Menteri da kasus heboh Bunda Putri Silvia Soleha teman paling dekat bu Ani Yudhoyono. Ulah si Macan ini nampaknya bikin suasana makan malam keluarga istana menjadi kurang nyaman :)
  • Tak hanya koruptor, TM2000 juga mengobrak abrik media massa yang kita anggap paling idealis di Indonesia, yaitu TEMPO. TM2000 menjelaskan detail bagaimana modus pemerasan elit-elit TEMPO kepada perusahaan-perusahaan negara, kepada tokoh dan elit yang terlibat skandal korupsi, termasuk kasus mega korupsi 6,1 T Bank Century, dimana TEMPO menjadi salahsatu pihak yang mengamankannya dari berita, meraup untung besar dari sejumlah monopoli iklan termasuk "mengirim wartawannya" menjadi JUBIR KPK. Selain TEMPO, TM2000 juga menuding Karni Ilyas bersama acara ILC nya sebagai acara proyek pembelokan fakta, juga Trans Group yang berafiliasi dengan konglo BLBI untuk mendukung penuh proyek pencitraan Jokowi hingga Pilpres. Portal media online raksasa seperti Detik.com, merdeka.com dll dituding TM sebagai corong bejad pencitraan palsu Jokowi - Ahok.
  • TM2000 tidak membiarkan LSM tidur nyenyak. ICW yang merupakan salahsatu lembaga anti korupsi terpercaya di negeri ini tak luput dari teror TM2000, dimana dia membuka kedok ICW yang akhir-akhir ini bungkam pada kasus-kasus besar dan garang pada kasus gurem, yang telah menerima aliran dana besar dari KPK melalui BW untuk mengamankan beberapa kasus-kasus besar dari gugatan ICW, salah satunya adalah kasus Century dan keluarga istana, TM nantang publik untuk cermati sikap aneh ICW yang tidak pernah bicara bila terkait dengan Century dan kasus yang melibatkan orang dekat Istana. Ih CW bau WC demikian julukan dari TrioMacan gaib ini pada ICW.
  • Yang tak kalah heboh adalah ungkapan TM2000 terhadap kasus LHI (mantan Presiden PKS) yang menurutnya adalah skenario paling busuk di negeri ini, dimana LHI adalah korban dari sebuah konspirasi besar yang melibatkan intelejen Australia (assis), dibiarkan oleh Istana, dan diam-diam diamini oleh Anis Matta (Presiden PKS yang sekarang) melalui peran sentral Ahmad Fathonah. Fathonah dulunya adalah kriminal bejat yang di vonis penjara 20 tahun di rutan Bahamah Australia, namun hanya 2 tahun menjalani hukuman dilepas ke Indonesia dengan sejumlah agenda super rahasia salah satunya untuk menjebak LHI. Ketika kasus LHI mencuat, fakta hukumnya dikaburkan dengan sejumlah issue wanita simpanan, artis binal Vitalia Sesya, daun muda dan gaya borjuis ahmad Fathonah di media massa. Akhirnya PKS kini terpuruk dan LHI akan tua 16 tahun di penjara, Fathonah sendiri akan dibantu dikurangi masa hukuman lalu menikmati harta berlimpah atau juga dihabisi sekalian.
  • Pada kasus yang menyangkut Anas Urbaningrum (AU), TM2000 bersikap beda dengan mayoritas orang yang yakin bahwa AU terlibat skandal korupsi besar yang dituduhkan Nazaruddin. TM2000 membela bahwa AU adalah korban konspirasi besar istana yang semula tidak setuju dengan AU menjadi Ketum Partai Demokrat. Untuk mendukung argumennya ini, TM2000 menjelaskan lengkap kronologi, sejak Pelarian Nazaruddin ke Singapura hingga Kanada yang penuh rekayasa, keterlibatan Choel Malarangeng (Pendiri Fox Indonesia timses utama SBY 2009) dalam mengatur penjatuhan AU melalui tangan KPK, suap media massa untuk membelokkan fakta serta bagaimana Nazar memainkan perannya sebagai bagian dari kesepakatan rahasianya dengan istana dengan jaminan diri dan keluarganya aman, dihukum ringan dan bebas ngendalikan puluhan perusahaan raksasanya di tahanan KPK. Memang, Nazaruddin adalah satu-satunya tahanan yang paling "ganteng" karena tak pernah memakai baju seragam tahanan KPK.
  • KPK sendiri adalah sasaran empuk pukulan opini dari TM2000, dia membongkar sejumlah konspirasi KPK dalam melibas korbannya dan melindungi para calon tersangka yang sudah digaransi oleh penguasa utk tidak diganggu, TM juga tak segan menyerang pribadi-pribadi elit KPK, misalnya Abraham Samad yang latar belakang pendidikan keilmuan hukumnya yang lemah, doyan main perempuan dan bekas aktifis kampungan yang rakus harta, Bambang W (BW) yang menjual idealismenya demi harta melimpah, mengamankan korupsi elit Golkar dan istana, ulah-ulah orang dalam KPK yang menjual informasi dan menghilangkan barang bukti termasuk kasus Johan Budi (Jubir KPK) yang lenyap dari berita media hingga kini. Bagi TM2000, KPK saat ini diisi oleh mayoritas tokoh LSM yang tidak kredibel, kotor dan mafia hukum. Janjinya untuk tuntaskan Century dalam 1 tahun, kini udah berapa tahun belum jelas arahnya.
Demikian sekelumit contoh serbuan akun twitter Triomacan2000 yang telah menjadi momok bagi koruptor dan pahlawan bagi followernya yang lebih dari 500 ribu orang. TM2000 berjanji akan terus berkicau demi membela NKRI dan melawan koruptor musuh rakyat.
Akun TM2000 nampaknya tidak sendirian, dia berafiliasi dengan media massa alternatif (mungkin milik mereka) yaitu: www.asatunews.com yaitu situs berita yang membeckup kicauan-kicauan TM2000 dalam format berita (media ini termasuk media online 'anyaran' yang berhasil menembus rangking tinggi rank global versi AlexaRank). Mereka juga membuka situs Blog yaitu: radennuh.org yang juga memiliki rangking tinggi nasional dalam situs pengukur rating pengunjung terakurat di dunia (Alexa). Mereka juga membekingi akunnya dengan akun twitter kembaran yaitu @burunghantu1913. Dalam dunia para blogger, pola publikasi ala TM2000 ini amat manjur untuk menarik minat pengunjung dan bagi TM adalah bagaimana misi informasinya sampai ke publik secara luas. Mereka tidak meraih rank demi monetisasi.
Siapakah dibalik TM2000 dan Burunghantu1913 ini?
Hingga sekarang masih misteri. Memang sudah berkuak siapa pendiri akun ini dan jejaring mereka di Jaringan Advokad Publik (JAP) beberapa organ gerakan sebagai alat tempur mereka di lapangan. Namun secara lengkap masih jadi misteri. TM2000 hanya sesumbar bahwa mereka punya agen 2000 an orang, punya banyak senior para Jenderal purnawirawan, mantan Jaksa, intelejen, pengusaha, mantan aktifis dst. Dari merekalah TM2000 bisa memiliki akses data rahasia yang tidak dimiliki orang, yang selama ini mereka bongkar di publik. Siapa anda? Kami Ronin penjaga NKRI! Jawabnya simple.
Terlepas dari siapa mereka, yang paling penting adalah apa yang mereka ungkap dan substansi kicauan mereka. Harus diakui banyak kicauan mereka yang terbukti terjadi secara nyata, pengungkapan kasus korupsi yang semula dianggap sampah sama musuhnya ternyata benar ketika di muat media besar. Ramalan dia juga tentang nasib Jokowi di PDIP, atau Gita Wirjawan yang menjadi Capres terkuat di konvensi PD sudah diulas TM2000 dua tahun yang lalu, termasuk kemundurannya dari menteri Kabinet SBY. Serbuan macan lewat twitternya ke beberapa kasus terbukti banyak berefek, lihat saja misalnya penyitaan puluhan mobil mewat keluarga Atut baru-baru ini oleh KPK yang mengejutkan publik padahal sudah lama TM2000 mencerca bahwa KPK harusnya melakukan penyitaan dari dulu; serangan terhadap mega korupsi di PLN yang kini mulai makan korban dst. Bukti efek kicauan TM juga terasa pada kasus kondomniasi Menkes beberapa bulan lalu, dimana TM2000 membongkar siapa sesungguhnya Menkes sekarang ini tak lain dari seorang perempuan tua yang murtad agama dan agen asing.
Pada kasus akun twitter TM2000, sudah menjadi bukti betapa jejaring sosial sudah memiliki ruang penting di publik, sudah bisa diterima baik oleh masyarakat banyak, informasi bukan lagi monopoli media massa besar yang selama ini jadi sandaran utama berita. Karena pada kenyataannya media massa besar adalah milik para pebisnis yang bicara untung rugi dan milik politisi dimana mereka pasti bicara kepentingan dan bargaining untuk mengamankan kepentingan masing-masing. Sementara rakyat (pembaca) menjadi objek kadang menjadi korban giringan opini.

TM2000 mendobrak tradisi dan dominasi media mainstream bahwa jangankan situs berita indie, sebuah akun twitter pun memiliki kekuatan publikasi yang dahsyat, yang bisa memaksa seorang Presiden bicara dan banyak Menteri ramai-ramai klarifikasi dan menjawab. Membuat banyak orang gentar dan panik ketika boroknya disenggol oleh sebuah akun anonim yang tak jelas identitasnya. TM2000 telah merobohkan kedinastian media besar, bukan hanya dengan memberikan informasi dari sudutpandang yang berbeda namun juga sekaligus menyerang pada inti persoalan yaitu mereka (media mainstream) sebagai salahsatu pihak yang ikut bertanggungjawab atas sejumlah kebohongan publik, rekayasa opini yang mengaburkan fakta, yang ikut melindungi kasus-kasus korupsi besar dan memperjualbelikan kebenaran dengan cara yang melanggar etika media. Tanpa basabasi TM2000 merilis nama-nama media dan bagaimana modus kerjasamanya dalam melindungi koruptor. Kalau kita mau jujur, kasus seperti itu dimana media menjadi bagian dari sebuah skandal yang merugikan rakyat terjadi secara nyata, terang dan jelas. Ada uang ada berita, berita bisa dipesan dan diatur, meskipun tidak semua media seperti itu.

TM2000 telah berhasil memprovokasi ratusan ribu orang untuk berpikir kritis, cermat dalam menganalisa dan jangan mau berkiblat kepada pemberitaan media massa yang mayoritas kita akui memang kebanyakan beriman kepada uang yang maha kuasa dan menjadi pahlawan pembela kebetulan.......
 
http://www.jurnalmalang.com/2014/02/studi-kasus-akun-twitter-triomacan2000.html

Kamis, 06 Februari 2014

Kadin (Versi Rizal Ramli) dan HKTI Bentuk Tim Investigasi Beras Impor Ilegal

Kamar Dagang dan Industri (Kadin versi Rizal Ramli) Indonesia dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus impor beras ilegal. Hasil investigasi itu akan segera diumumkan kepada publik, agar pemerintah tidak lagi bermain-main dengan nasib puluhan juta petani.
“Impor beras premium dari Vietnam ini benar-benar tidak punya nurani. Para pelakunya tega mengeruk keuntungan yang sangat besar di atas penderitaan petani.” ujar Ketua Umum Kadin (Versi Rizal Ramli) Indonesia DR Rizal Ramli, di Jakarta, Rabu (5/2).

Menurut ekonom senior yang gigih mengusung ekonomi konstitusi ini, modus kasus impor beras ilegal dimulai dengan penggabungan nomor hamonized system (HS) beras dari dua menjadi satu HS. Dari sini dalam dokumen impornya dilaporkan beras kelas umum. Namun kenyataannya beras yang diimpor adalah kualitas premium.

Harga beras di pasar internasional (4/2), beras Vietnam dengan kualitas 5% broken (premium) mencapai US$410/ton. Sedangkan beras kualitas 25% broken, harganya US$375/ton. Beras ilegal yang diimpor itu konon hampir 20.000 ton. Biasanya, harga beras di Indonesia minimal 35% lebih mahal dibandingkan harga internasional. Dengan kurs dolar Rp12.000/dolar, maka ada selisih harga US$2,87juta atau sekitar Rp34,4 miliar. Uang inilah yang kemudian dibagi-bagi para pelaku yang terdiri pengusaha dan pejabat. Jumlah tersebut belum termasuk komisi yang biasa diterima pejabat terkait.

“Sebetulnya aneh juga kalau Kementerian Perdagangan menerbikan izin impor beras premium, ketika BPS justru menyatakan stok beras aman. Akibatnya beras menumpuk di gudang. Karena manajemennya tidak bagus, biasanya beras terlalu lama disimpan dan nyaris busuk. Nah beras nyaris busuk inilah yang kemudian dibagikan kepada rakyat dalam bentuk beras untuk warga miskin atau Raskin. Kok tega-teganya pejabat bermain-main dengan nasib rakyat,” tukas Peserta Konvensi Rakyat Capres 2014 yang biasa disapa RR1 ini dengan geram.

Sebagai orang yang pernah menjadi Menko Perekonomian, DR Rizal Ramli tahu persis, bahwa soal pangan menjadi tanggung jawab Menko Perekonomian. Menko inilah yang mengkoordinasikan masalah produksi, kebutuhan, bea masuk, dan penjagaan arus keluar-masuknya dengan Kementan, Kemendag, Bulog, Kemenkeu, dan Ditjen Bea & Cukai. Tampaknya selama ini tidak ada check and balance, sehingga kejadian penyeludupan terjadi terus berulang-ulang.

“Tidak benar kalau Wakil Mendag mengatakan ini hanya soal persaingan dagang. Kalau selisihnya Rp100-Rp200/kg itu oke soal persaingan dagang. Tapi kalau bedanya mencapai Rp2.000/kg, ini jelas penyeludupan. Kita harus menghentikan impor bertas, apalagi bila ilegal, yang terus-menerus. Kasihan petani kita, harga makin anjlok. Sementara itu rakyat mendapat beras nyaris busuk. Dulu waktu jadi Menko dan Kepala Bulog, saya tidak pernah mengizinkan impor beras. Namun karena nafsu serakah untuk mengumpulkan dana politik, di kemudian hari mereka kembali tega bermain-main dengan nasib rakyat,” ungkapnya.

Sejatinya, Capres paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini, tidak sulit bagi Indonesia untuk kembali mengalami swasembada pangan. Yang diperlukan cuma keberpihakan dan serangkaian program pro rakyat. Di Sulawesi Selatan yang menjadi lumbung padi nomor tiga, misalnya, produksi berasnya bisa ditingkatkan. Caranya, dengan membangun 4-5 waduk, memperbaiki irigasi, dan memberikan bibit unggul. Dari sini bisa dihasilkan surplus beras yang bahkan dapat diekspor. Ditambah dengan kebijakan harga yang berpihak kepada petani, maka swasembada beras dan kedaulatan pangan bukanlah masalah yang sulit diwujudkan.

“Tapi karena mental pejabat kita banyak yang korup, akibatnya terus saja impor beras. Cara ini hanya menguntungkan petani Thailand, Vietnam, dan lainnya tapi mematikan petani kita sendiri. Impor beras menghambat cita-cita Indonesia mencapai kedaulatan pangan. Benar-benar tidak punya nurani,” tukasnya.

http://wartaekonomi.co.id/berita23957/kadin-versi-rizal-ramli-dan-hkti-bentuk-tim-investigasi-beras-impor-ilegal.html

Rabu, 05 Februari 2014

Pangan Selalu Tak Mencukupi

  • Dilaporkan Surplus
Pengadaan pangan tiap tahun khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan penduduk di wilayah eks Karisidenan Banyumas atau masyarakat di Banyumas Raya selalu tak mencukupi.

Anehnya, kenyataan itu sering berbeda dengan apa yang dipublikasikan hampir semua pemerintah daerah, terkait pengamanan pengadaan pangan dilaporkan dalam posisi pada angka statistik surplus.

Kepala Sub Divre IV Bulog Banyumas Sugeng Rahayu melalui Humas Mohammad Priyono, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena pembukaan luasan lahan untuk tanaman padi tiap tahun di masing-masing kabupaten terus berkurang.

Hal sama juga untuk kondisi hasil panenan dari petani. Sementara itu, penyerapan pemerintah melalui Bulog hanya mampu sekitar 10- 15 persen, sehingga 80 persen lebih dikendalikan oleh pasar.

''Kalau menghitungnya jumlah hasil panenan dari total luasan lahan per tahun khusus untuk memenuhi kebutuhan per jiwa masyarakat di sini (Banyumas Raya) pasti tidak akan pernah ketemu angka surplus atau mencukupi. Pasti selalu minus,'' kata Priyono dalam diskusi informal dengan Suara Merdeka, kemarin.

Menurutnya, dalam sistem pengadaan pangan untuk pengamanan ketahanan pangan sifatnya nasional. Hasil panenan yang diserap di tingkat lokal sudah dihitung sebagai bentuk pengadaan pangan nasional.

Masing-masing daerah saling menutup, baik oleh pasar umum maupun antar-Sub Divre Bulog. Jadi mobilitas penyerapan dan distribusi beras atau gabah sudah dihitung untuk memenuhi kebutuhan pasar umum dan penyediaan ketahanan pangan yang dikelola oleh Bulog.

Yang dikelola Bulog sementara ini untuk kebutuhan raskin, bencana alam, dan kebutuhan lembaga pemasyarakatan. ''Beras luar daerah saat wilayah sini belum panen atau panen sproradis, juga banyak yang masuk. Seperti sekarang ada dari Demak, Pati, dan Yogyakarta.

Sebaliknya saat wilayah sini panen raya, pedagang luar daerah seperti dari Pekalongan dan Jabar juga banyak menyerbu ke sini. Itu berarti penyangga kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga oleh pasar umum melalui perdagangan bebas,'' terangnya.

Pasar Bebas
Dari total pemenuhan kebutuhan pangan beras di wilayah eks Karesidenan Banyumas yang diserap melalui Bulog hanya sekitar 10 persen, sedangkan 80 persen lainnya diserap ke pasar umum.

Itu menandakan jika hasil panenan petani lebih banyak dikendalikan oleh pasar bebas, dimana fluktuasi harga dan barang lebih cenderung dikendalikan oleh pelaku pasar, bukan pemerintah dan Bulog.

Dari data mengenai sasaran panen di wilayah eks Karesidenan Banyumas tahun 2014 yang dirangkum dari dinas pertanian empat kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjanegara diproyeksikan totalnya sekitar 260.950,48 hektare.

Jika satu hektare lahan sawah rata-rata menghasilkan 5,5 ton, maka sekali panen di empat kabupaten menghasilkan 1.435.337,64 ton gabah.

Dalam setahun rata-rata bisa tiga kali panen, sehingga diprediksi total hasil menjadi 4.305.682,92 ton gabah. ''Jika hasil panen gabah dikonversi menjadi beras dengan rendemen 52 persen, akan ketemu sekitar angka 2.238.955 ton setahun,'' terang Priyono.

Sementara data BPS mencatat kebutuhan komsumsi beras per jiwa dalam sehari diperkirakan sekitar 400 gram atau 0,04 kg/penduduk. Penduduk di eks Karesidenan Banyumas mengacu data BPS tahun 2013 totalnya 5.717.825 jiwa.

Jadi bisa dihitung kebutuhan komsumsi beras per hari mencapai 22.871.292 kg. Seandainya dikalikan sebulan dengan perhitungan rata-rata 30 hari akan ketemu jumlah kebutuhan beras 686.138.160 kg, sedangkan untuk setahun terhitung sekitar 8.233.657.920 kg atau 8.233.657,92 ton.

Masih menurut Priyono, dari kekurangan tersebut jika masih ditambah dengan cadangan raskin di empat kabupaten, setahun total 74.759,94 ton atau 6.229.995 kg.

Tetap masih minus. Begitu pula saat ditambahkan untuk cadangan bencana alam, dimana masing-masing kabupaten dicadangkan 100 ton, kemudian masih ditambah untuk suplai ke LP di wilayah eks Banyumas per semester 150 ton atau 300 ton/tahun, juga belum bisa menutup angka minus tersebut.

Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Bulog Sub Divre IV Banyumas, Puji Sularso, mengungkapkan di tahun 2014 juga harus diperhitungkan kemungkinan ada kemarau panjang. Jadi proyeksi sasaran tanam dan sasaran panen di wilayah eks Karesidenan Banyumas bisa meleset dari perhitungan perencanaan.

http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/02/05/251435

Senin, 03 Februari 2014

BPS Tak Bisa Bedakan Beras Khusus & Medium

Kesamaan kode statistik atau Harmonized System (HS) antara beras premium dan medium dituding menjadi buntut rembesan beras impor asal Vietnam di Pasar Cipinang, Jakarta Timur. Badan Pusat Statistik (BPS) selama ini mengaku tak hanya menerima laporan impor beras khusus dari Vietnam, tapi juga dari beberapa negara lain.

Selain dari Vietnam, BPS melaporkan meneriman data impor beras khusus dari India, Pakistan, Jepang dan lainya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, pemerintah sangat mungkin memisahkan kode HS antara beras khusus dan medium. Namun cara tersebut dipastikan bakal memakan waktu lama dan peraturan baru.

“Kalau mau, mungkin saja tapi harus membuat peraturan lagi karena Bea Cukai memeriksa berdasarkan HS. Itu butuh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan kami serta Bea Cukai sih siap saja,” jelas dia di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Sasmito menjelaskan, pemisahan kode HS membutuhkan waktu berbulan-bulan karena isi keterangan yang ada pada Bea Cukai berbeda-beda. Tak hanya itu, keterangan yang disampaikan importir juga bisa mencapai jutaan lembar.

Terkait beras khusus yang masuk ke Indonesia, BPS memastikan hal tersebut tak melanggar ketentuan apapun. Namun untuk beras biasa, hanya Bulog yang memperoleh izin resmi.

“Nah kalau mau dipisah (HS) harus dapat izin dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, tapi tetap harus ada yang mengusulkan lalu dibahas,” terangnya.

Sayang, Sasmito tak menjelaskan secara rinci kemungkinan data beras premium yang diperoleh BPS merupakan jenis beras medium. “Kami kan tidak periksa di lapangan, tapi kami menerima dari Bea Cukai,” tandasnya.

Data BPS menunjukkan, total impor beras premium dengan kode HS 1006309900 pada Januari-Desember 2013 mencapai 47,87 juta kilogram (kg) dengan nilai US$ 25,46 juta. Sedangkan pada Desember 2013, nilai impor ini mencapai US$ 575,36 ribu seberat 793,41 ribu kg.

Pada periode tahun lalu, Vietnam menempati urutan pertama pemasok impor beras khusus seberat 29,9 juta kg senilai US$ 14,59 juta. Disusul India yang mencapai US$ 7,04 juta dengan berat 13,68 juta kg beras. Dan posisi ketiga ditempati Amerika Serikat dengan nilai impor beras US$ 2,98 juta seberat 2,79 juta kg.

http://usum.co/news/read/2014/02/04/bps-tak-bisa-bedakan-beras-khusus-medium/

Beras Impor Asal Vietnam Tak Sesuai Ketentuan Impor

Ditemukannya beras impor asal Vietnam yang membanjiri pasar, terus diselidiki oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sebelumnya diberitakan, saat rombongan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di pasar induk Cipinang, mendadak seorang pedagang bernama Billy Haryanto lapor kepada Hatta Rajasa soal membanjirnya beras impor. Beras impor asal Vietnam ini ditengarai merupakan beras ilegal karena diimpor tidak sesuai dengan ketentuan.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan memang ada izin untuk impor beras tertentu tetapi beras yang masuk tidak sesuai kriteria. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Ali Masykur Musa, mengatakan, BPK terus menelusuri dugaan penyelewengan di balik masuknya beras impor dari Vietnam.

Menurut Ali, BPK tidak ingin terlalu dini menyimpulkan ada penyelewengan di balik impor beras tersebut. Namun, dari pengalaman sebelumnya, pernah ditemukan motif penyalahgunaan Peraturan Menteri Perdagangan yang mengimpor beras premium dengan izin beras miskin.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan menanggapi dugaan masuknya beras asal Vietnam oleh importir di luar Perum BULOG. Dalam siaran pers nya, Minggu (2/2), Kementerian Perdagangan menyatakan ketentuan impor untuk komoditas beras diatur berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 12/MDAG/PER/4/2008 tanggal 11 April 2008 tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Beras.

Jenis beras yang diatur tata niaga impor adalah beras untuk keperluan stabilisasi harga, penanggulangan keadaan darurat, raskin dan kerawanan pangan yang diimpor oleh Perum BULOG dengan tingkat kepecahan 5%-25%. Selain itu beras konsumsi khusus yang diimpor untuk keperluan kesehatan dan konsumsi tertentu adalah beras ketan, beras ketan pecah, beras pecah 100%, beras kukus, beras Thai Hom Mali, beras Japonica, dan beras Basmati.

Berdasarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk beras konsumsi khusus yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri Perdagangan dengan persyaratan utama rekomendasi dari Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, rekomendasi tersebut memuat jenis beras yang dapat diimpor oleh importir, jumlah yang dapat diimpor oleh importir, serta Pos tarif dari beras yang dimaksud.

Alokasi nasional untuk kebutuhan impor komoditas beras konsumsi khusus ditentukan oleh Tim Kelompok Kerja Perberasan (POKJA Beras) di bawah koordinasi Kementerian Pertanian. POKJA Beras tersebut diatur melalui Keputusan Menteri Pertanian/Ketua Dewan Ketahanan Pangan Nomor 1542/Kpts/OT.140/4/2009.

Setelah alokasi nasional ditentukan melalui rapat POKJA Beras, maka Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian menerbitkan rekomendasi yang memuat jenis beras yang boleh diimpor dan jumlah alokasi impor bagi setiap importir.

Berdasarkan hasil keputusan POKJA Beras tahun 2013, alokasi nasional impor beras untuk tahun 2013 yakni, beras hibah tanpa pembatasan alokasi impor, beras pecah 100% sebanyak 220 ribu ton, beras ketan pecah 100% sebanyak 100 ribu ton, benih padi tanpa pembatasan alokasi, beras basmati dua ribu ton, beras ketan utuh sebanyak 120 ribu ton, beras kukus diabetes sebanyak 380 ton, beras japonica sebanyak 15ribu ton dan beras Thai Hom Mali lima ribu ton.

Pada tahun 2013, Kementerian Perdagangan menerbitkan SPI untuk beras konsumsi khusus jenis Japonica sebesar 14.997 ton dan beras Basmati sebesar 1.835 ton dengan Pos Tarif/HS Ex 1006.30.99.00. Seluruh SPI tersebut diterbitkan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

Namun berdasarkan Laporan Surveyor (KSO Sucofindo-Surveyor Indonesia), realisasi impor atas SPI untuk kedua komoditas tersebut yakni Japonica realisasi impor 13.623 ton atau 90,83 persen dan beras Basmati 1.524 ton atau 83,05 persen.

Siaran pers tersebut menambahkan berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2012 beras konsumsi khusus jenis Japonica dan Basmati memiliki kesamaan Pos Tarif/HS dengan beras yang diimpor oleh Perum BULOG yaitu 1006.30.99.00 dengan uraian barang lain-lain.

Kementerian Perdagangan sudah melakukan investigasi terkait dugaan beredarnya beras medium asal Vietnam dengan melakukan pengambilan sampel dan sedang melakukan pemeriksaan laboratorium atas sampel temuan beras tersebut untuk membuktikan jenis klasifikasi varietas beras temuan dimaksud.

Apabila ditemukan adanya tindak pelanggaran yang dilakukan oleh importir terkait SPI untuk beras konsumsi khusus, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

http://mediapublica.co/2014/02/03/beras-impor-asal-vietnam-tak-sesuai-ketentuan-impor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=beras-impor-asal-vietnam-tak-sesuai-ketentuan-impor

Chatib : Banyak Peluang Kecurangan Beras Impor Ilegal Vietnam

Silang sengkarut kasus impor beras ilegal dari Vietnam sampai hari ini masih berlangsung dengan sengit.
Menteri terkait saling melempar tanggung jawab satu sama lain saling menyalahkan. Selain itu muncul pula terkait nama Bulog (Badan Urusan Logistik).

Menurut Menteri Keuangan Chatib Basri, banyak kemungkinan terjadinya kecurangan dalam kasus beras ilegal asal Vietnam. Misalnya dengan memanipulasi pos tarif atau harmonized system (HS), caranya dengan menyelewengkan izin beras premium, dengan mendatangkan beras medium.

Kehebohan soal beras impor ilegal ini, bermula dari kasus temuan beras impor Vietnam yang beredar di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Akan tetapi, ternyata tabir gelap kasus tersebut belum juga terungkap meskipun telah bergulir dua pekan. Di internal pemerintah masih saling menuding soal pihak-pihak yang harusnya bertanggung jawab.

Lebih jauh Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan kasus ini intinya berawal dari rekomendasi dan izin impor beras. Selama ini yang mengeluarkan izin impor beras adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag), setelah mendapat rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Chatib Basri dengan tegas mengatakan, “intinya yang paling penting adalah kalau beras tertentu nggak boleh impor, jangan diberi izinnya,” kata Chatib kepada wartawan Senin 3 Februari 2014.

Suatu instansi tak bisa memberikan sebuah izin apabila masih ada keraguan. Apalagi sudah diketahui ada importir yang kecenderungan melakukan pelanggaran izi, kata  Chatib.

“Intinya rekomendasi dan kemudian izinnya. Kalau memang mau diserahkan kepada Bulog untuk yang dia lakukan dan bisa dikontrol ya diberi. Kalau memang ada keraguan, importirnya yang ini nakal, jangan diberi,” tandasnya.

“Kan mestinya ada track record. Kalau yang ini beneran nih, kalau yang ini nggak. HS-nya nanti dimirip-miripkan,” Chatib menambahkan.

Terkait dengan tugas Bea dan Cukai, Chatib Basri memberikan pembelaan. Dia mengatakan  Ditjen Bea Cukai hanya menjalankan aturan sesuai dengan yang semestinya. Para petugas Bea Cukai hanya akan memastikan beras yang diimpor sesuai dengan kode yang yang telah direkomendasikan.

Pada akhir komentarnya, mantan Ketua BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal) itu mengatakan, “kalau Bea Cukai di ujung dia cuma liat soal HS. Tapi isunya harus dari pangkalnya. Rekomendasinya harus tidak ada kalau memang beras itu tak boleh, harus beras khusus, nggak boleh beras lain dimasukkan,” pungkasnya.

http://www.baratamedia.com/read/2014/02/03/56633/chatib-banyak-peluang-kecurangan-beras-impor-ilegal-vietnam

Minggu, 02 Februari 2014

Erupsi Gita Wirjawan dan Sinabung

Erupsi Sinabung menorehkan duka yang dalam bagi keluarga korban. Asap tebal beracun dan panas itu, telah menohok gelisah dan ibah sekian kita yang menyaksikan dari jauh dengan air mata duka. 

Namun, di baliknya, kita hanya bisa mengangkat tangan atas kedigdayaan alam dan kuasa-Nya. Mungkin alam dan pemiliknya sedag berdialog dengan kita tentang kebesaran dan kekuasaan pemiliknya. Erupsi Sinabung yang memekik duka itu, telah mengorek naluri kemanusiaan kita untuk membantu saudara-saudara disana yang tertimpa nestapa ini. 

Tak saja erupsi Sinabung, hiruk-pikuk demokrasi di negeri ini pun terus memanggil. Konon, saat ini, kita menyaksikan betapa kekuasaan mudah dimain dan dipindahtangankan dengan proses yang tak sehat. Pengunduran diri Gita Wirjawan dari jabatannya sebagai menteri perdagangan, menyembulkan letupan-letupan kecil kegelisahan disaat neraca perdagangan kita merosot, terjun bebas dan rentan bersumbangsih pada defisit neraca berjalan dari tahun ke tahun. 

Beberapa kali nilai rupiah kita terhadap US$ terdepresiasi dari Rp.11.000 per US$ hingga melampaui Rp. 12.000 di kuartal III 2013. Ini adalah erupsi politik ekonomi kita yang menyengsarakan. Cadangan devisa yang mestinya bisa digunakan untuk sektor UKM, malah dipake menambal defisit, agar moneter kita tak kolaps.

Tekanan magma politik yang terus mendidih, kian hari menjebak profesionalisme bernegara terasa semakin puruk dan gersang. Presiden dan menterinya, secara berjamaah urus partai. Akibatnya, sektor ekonomi kita terbengkalai, semuanya dipasrahkan pada barang impor dengan dalih konsumsi domistik kita terus bergerak positif.
 
Setelah mengurung paradigma perdagangan kita menjadi sangat neolib, serba impor, dan serba investasi modal asing, kini Gita “buang handuk”. Ia bahkan ditengarai publik lari dari tanggungjawab, karena panggilan gairah politik yang juga mendidih dan kian eruptif saja. 

Dus ulah Gita ini, memberikan makna dan model penjiwaan bernegara yang tak elok. Kira-kira bisa disimpul, Gita melepas jabatan menteri demi mengejar jabatan presiden. Kalau bukan begitu lalu apa?
Kemunduran Gita pun memantik sekian soal, disaat impor beras ribuan ton yang kadung sudah menumpuk di Pasar Induk Beras Cipinang. Ini apa-apaan? Bayangkan, kita mengimpor beras disaat produksi beras dalam negeri pada tahun 2013 mencapai 5 juta ton. Bahkan masih surplus untuk satau tahun ke depan (2014). Bulog sendiri masih punya stok beras hingga dua juta ton. 

Konon di beberapa wawancaranya Gita mengatakan, impor beras itu atas rekomendasi mentan. Sebaliknya mentan malah ingin minta klarifikasi Gita, karena merasa tak pernah mengeluarkan rekomendasi impor beras jenis premium dari Vietnam. Lalu siapa sebenarnya yang paling berhak mengeluarkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk impor beras. Gita atau Suswono? 

Atau boleh saja kita menghela asumsi, bahwa ini episode berikut PKS mengerjai Partai Demokrat dalam rumah tangga Setgab? Wallahualam. Tapi ini cara-cara sadis membunuh petani dalam negeri. Siapapun itu otaknya. Ini bentuk lain pengkhianatan terhadap rakyat. Inilah cara-cara bandit kapitalis yang badung dan banal. Pantas harga jual petani dalam negeri kian hari kian merangkak saja. Ternyata ada praktek-praktek sadisme dalam struktur perdagangan dalam negeri.

Erupsi Sinabung, menelan harga kemanusiaan yang teramat. Tapi tak kalah menyesakkan, langkah Gita dan sekian soal yang ditanggali, tak saja mencederai profesionalisme bernegara, tapi menimbulkan desas-desus yang semakin tak karuan. Kita khawatir, erupsi setelah pengunduran diri Gita,  termasuk misteri beras impor, menyembulkan erupsi politik yang jauh lebih sadis. Wallahualam. 

http://politik.kompasiana.com/2014/02/02/erupsi-gita-wirjawan-dan-sinabung-630572.html