Rabu, 25 Juni 2014

Supir Gelap Pada Pilpres 2014



Istilah ‘penumpang gelap’ pada pilpres sebenarnya tidak asing di telinga. Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP pernah melontarkan istilah itu ketika pilgub DKI Jakarta, pada tahun 2012 lalu. Megawati yang terkaget – kaget ketika terlambat mengetahui fakta bahwa Joko Widodo cagub DKI Jakarta yang menang dalam pilgub ternyata memiliki multi loyalitas alias punya banyak tuan dan nyonya.

Fakta penumpang gelap yang mengejutkan Megawati itu sayangnya terlambat disadari. Mendadak saja, Megawati dikepung konspirasi kekuatan besar yang tidak mampu dikalahkannya. Akhirnya Megawati menyerah dan terpaksa mendukung Jokowi sebagai calon presiden meski berat hati dan tahu betapa besar konsekwensi politik yang dihadapinya.

Penumpang gelap yang mendompleng Jokowi sesungguhnya bukanlah penumpang gelap. Lebih tepat disebut “supir gelap”. Istilah penumpang gelap merujuk pada satu atau banyak orang yang tiba – tiba naik ‘kendaraan’ padahal sebelumnya mereka tidak dikenal, tidak bayar tiket (tidak punya kontribusi), dan ikut serta kemana saja arah yang dituju.

Mencermati orang – orang yang ada di sekiling Jokowi, mereka bukan penumpang gelap, melainkan supir gelap. Mereka adalah pencipta, pembentuk, pembimbing, pengarah, tuan dan sutradara dari seorang aktor berbakat yang bernama Jokowi.

Tidak dapat dipungkiri lagi, capres Jokowi adalah milik banyak orang, dikendalikan banyak pihak, menjadi rebutan, ditarik ke kanan ke kiri sesuai dengan keinginan para supir yang ingin mengendalikan penuh Jokowi.
Dari berbagai model penumpang gelap, menurut pendapat senopati wirang dalam Blognya terdiri dari berbagai model, yakni:

Penumpang gelap model pedagang, yakni menjual jasa kampanye negatif dan kampanye hitam. Hal ini didukung oleh Tim Riset yang menyelidiki kelemahan lawan dan kemudian mengeksploitasinya baik secara terbuka, semi tertutup maupun tertutup. Hal ini paling banyak dilakukan di sosial media dengan ribuan akun bodong yang seolah-olah mencerminkan suatu dinamika yang sesungguhnya tidak menarik menjadi menarik.

Selama model ini berada dalam koridor persaingan kekuatan politik domestik, maka kita akan menyaksikan bagaimana proses pencitraan negatif terhadap lawan politik bekerja. Satu hal yang berbahaya adalah apabila model ini ternyata mengabdi kepada kepentingan asing yang tujuannya adalah MELEMAHKAN semua pasangan capres/cawapres dengan membenturkan perbedaan yang ada dan mengeksploitasinya dalam rangka memanaskan suhu politik.

Tujuan utamanya adalah menggerogoti rasa percaya diri rakyat Indonesia dan melemahkan dukungan moril rakyat terhadap para capres/cawapres sehingga siapapun yang akan menang akan mendapatkan penghormatan seluruh rakyat Indonesia. Tujuan lainnya adalah mendorong terjadinya kebuntuan politik melalui pengkondisian ketegangan politik baik pada level elit maupun massa akar rumput. Hal ini sangat berbahaya dan dapat menghambat proses peralihan kekuasaan yang damai, adil, dan bermartabat.

Penumpang gelap model pencuri, yakni bergabung dalam kubu salah satu pasangan capres/cawapres tanpa sungguh-sungguh mendukung pasangan capres/cawapres, malahan sebaliknya menggerogoti dana yang tersedia.

Penumpang gelap model provokator murni, yakni karena hobby memprovokasi konflik dan senang dengan dinamika ketegangan politik dan sosial maka seorang provokator seringkali sulit diduga motivasinya karena bisa jadi cukup mapan secara ekonomi namun menikmati terjadinya dinamika konflik politik. Dengan masuk ke dalam salah satu kubu atau bahkan dengan berdiri sendiri secara mandiri, kerja provokator hanya lempar isu kesana kemari sehingga membingungkan publik.

Penumpang gelap model celebrity, yakni memanfaatkan momentum kampanye capres/cawapres untuk meningkatkan level popularitas seseorang seperti layaknya celebrity. Seringkali model ini menyambar isu apapun yang penting memberikan komentar dan menambah popularitasnya di masyarakat. Hal ini dilakukan baik melalui sosial media maupun media lainnya.

Penumpang gelap yang berharap jabatan, dengan alih-alih tekad “mengabdi kepada bangsa dan negara” sesungguhnya niat dasar dari model ini adalah dengan mengharapkan jabatan. Biasanya model ini akan segera masuk Barisan Sakit Hati manakala ternyata di kemudian hari tidak mendapatkan jabatan. Meskipun banyak yang masuk dalam Timses, namun tidak semuanya tulus untuk memperjuangkan visi, misi dan kepentingan nasional. Hal ini sangat lumrah dan merupakan model yang paling banyak beredar. Meskipun kurang tepat dikatakan sebagai penumpang gelap, karena banyak yang posisinya terang benderang di dalam Timses, namun ada kalanya ketika tujuan menjadi menyempit untuk masa depan jabatan yang bersangkutan, dirinya menjadi menggelapkan diri dalam fanatisme dan mendorong hal-hal yang negatid baik terhadap lawan politik atau bahkan juga kepada kawan politik manakala terjadi konflik internal.

Penumpang gelap misi kelompok tertentu, yakni masuknya seseorang atau sekelompok orang atau grup sebagai pendukung salah satu capres/cawapres. Model ini akan tampak menawarkan kepada pihak-pihak yang bersaing dengan melakukan kalkulasi apakah ada yang akan memperjuangkan misi kelompoknya.

 Selain akan tampak adanya tawaran kontrak politik, model ini sesungguhnya hanya peduli dengan misi kelompok yang fokus. Dapat bersifat positif seperti perlindungan lingkungan, pembela HAM, dll. Namun banyak juga yang negatif, misalnya perlindungan bisnis kelompok tertentu, dll.

Penumpang gelap antek asing yang memperjuangkan misi asing di Indonesia. Perubahan pemerintah akan selalu menjadi perhatian dari negara lain dan seringkali terjadi kekhawatiran atau keinginan untuk mempengaruhi politik suatu negara oleh negara lain. Hal ini merupakan bagian dari operasi intelijen dalam bentuk covert action yang ditujukan agar pemerintahan baru di suatu negara tidak akan menjadi ancaman bagi negara yang berkepentingan. Model ini biasanya halus dan sulit dideteksi, namun ciri-cirinya adalah mengupayakan adanya suatu pengaruh tertentu ke dalam kebijakan luar negeri, ekonomi internasional, pertahanan, dan keamanan.

Sekali lagi istilah penumpang gelap sangat kontroversial dan tidak sepenuhnya tepat dalam model-model di atas. Namun setidaknya catatan ini dapat menjadi bahan pemikiran baik bagi para capres/cawapres, para Timses, dan masyarakat, agar ke depannya kita semua semakin dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi.
Penulis memperbaiki sedikit pendapat di atas, khusus pada pilpres 2014, lebih dominan eksistensi supir gelap daripada penumpang gelap.

Supir gelap ini adalah para tuan dan majikan Jokowi yang terdiri dari :

Para jenderal tuan binaan LB Moerdani yang ingin berkuasa dan mengendalikan negara melalui Jokowi. Kita sebut saja mereka para jenderal haus kekuasaan dan ingin memuaskan syahwat berkuasa. Mereka tidak mampu tampil sebagai capres, solusinya mereka menciptakan capres boneka : Joko Widodo.

Para elit konglomerat cina Indonesia yang tidak puas dengan hegemoni ekonomi yang telah diraihnya, dan ingin punya kekuasaan politik untuk memantapkan dominasi ekonomi serta meningkatkan pengaruh politiknya secara langsung di Indonesia. Mereka mendukung penuh Jokowi karena capres ini tidak punya jiwa nasionalis dan patriotis sehingga mudah bagi elit konglo cina ini untuk mewujudkan tujuan mereka : berkuasa secara politis di Indonesia.

Faksi Kristen dan Faksi Komunis di PDIP menjadi tuan dan majikan Jokowi sejak pertama kali Jokowi akan menjadi walikota Solo pada tahun 2004 lalu. Mereka adalah pencipta dan pembentuk Jokowi untuk pertama kalinya. Tujuan mereka adalah untuk meraih kekuasaan melalui capres boneka Jokowi atau setidaknya mereka bisa menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan Jokowi. Target minimal mereka adalah mewujudkan PDIP menjadi partai yang sepenuhnya mengusung misi Kristen atau Komunis.

Para pengusaha pribumi, menjadi supir cadangan dalam pilpres 2014 ini. Mereka masuk dalam daftar supir cadangan dengan tujuan agar kepentingan bisnis mereka dapat tercapai dengan kemenangan Jokowi. Syukur – syukur salah satu dari mereka bisa menjadi menteri atau menduduki jabatan politik lainnya.

Begitulah nasib pilpres 2014. Calon presiden yang tampil bukan tokoh terbaik malah sang petruk yang dibedaki tebal agar terpilih menjadi raja.

http://yudisamara.com/2014/06/22/supir-gelap-pada-pilpres-2014/

Pemerintah Akan Impor Beras Hingga 500 Ribu Ton

Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan importasi beras sebanyak 500 ribu ton. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Rusman Heriawan mengatakan hal ini dilakukan untuk menjaga persediaan saat gejala alam El Nino yang akan bisa berlangsung beberapa bulan mendatang.

"Argumentasinya adalah begini, bahwa peristiwa El Nino juga tiap tahun akan terjadi yang penting jangan sampai produksi yang bisa dicapai turun dari jumlah itu. Jadi bagaimana kita bisa mempertahankan volume produksi," ujar Rusman di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Selasa.

Ia menjelasakan saat ini beras dari petani lokal masih cukup pasakon, Namun untuk berjaga-jaga, rencana impor 500 ribu ton beras tersebut perlu dipertimbangkan. Sebanyak 200 ribu ton untuk beras premium dan 300 ribu ton untuk beras medium.

"Karena premium itu sebenarnya enggak ganggu harga dalam negeri. Mungkin yang 300 ribu ton baru medium," jelasnya.

Ia menambahkan rencana impor tersebut hanya disiapkan saja untuk memperkuat cadangan beras di dalam negeri. Bukan berarti harus langsung dieksekusi.

"Jadi eksekusi itu hal yang berbeda dengan perencanaan. Jadi jangan kalau kita bicarakan kemungkinan impor lalu seolah- olah kita mau mengimpor. Tidak, tetapi kemungkinan impor itu dimaksudkan agar kita lebih prepare," tuturnya.

http://www.108jakarta.com/news/2014/06/25/50076/Pemerintah-Akan-Impor-Beras-Hingga-500-Ribu-Ton

Maksimalkan Ibadah di bulan Ramadhan



Berapa banyak diantara orang-orang terdekat dengan kita tidak dapat menemui bulan Ramadhan tahun ini. Mari optimalkan amal kita di bulan Ramadhan.... Perbanyak infaq kita, untuk anak yatim, untuk mereka yang berbuka puasa, dan untuk mereka yang membutuhkan... Perbanyak membaca AlQur'an, maksimalkan ibadah sunnah....
Berapapun uang anda, bersedekahlah setiap hari
Siapa yang ingin usaha maju mendapat keuntungan yang berlipat-lipat? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin penyakit segera sembuh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin cepet dapet jodoh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin urusannya dimudahkan? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin ujiannya lulus? Ayo Berinfaq!

Berapakah seharusnya saya berinfaq?

Inilah rumus matematika sedekah.
Siapa yang menginkan 10, infaqkan saja 1
Siapa menginfaqkan 1, ia akan dapat 10
Jika anda punya uang 1 juta dan ingin mendapatkan uang dua juta, cukup anda infaqkan 200 ribu, namun jika anda menginginkan yang 10 juta, infaqkan saja semuanya yang satu juta.

Jika perusahaan menginginkan keuntungan hingga seratus maka anda mesti menginfaqkan sebesar sepuluh juta, atau jika perusahaan anda keuntungannya bersih 1 milyar menginginkan penambahan keuntungan hingga 2 milyar, perusahaan anda mesti keluarkan infaq 200 juta.

Jika anda sakit, dan sang dokter memberikan rincian biaya yang mesti dikeluarkan selama 1 bulan perawatan adalah 100 juta, maka untuk mempercepat kesembuhan infaqkan saja 10 juta

Segera buktikan ayat-ayat Allah bahwa itu akan tergantikan 10 kali lipat bahkan bisa lebih dari 700 kali lipat, anda mesti yakin. Berbagilah kepada sesama, kepada orang-orang yang disekitar anda yang lebih membutuhkan dan tunggulah keajaiban itu tidaklah lagi akan datang.

Jika itu terbukti, anda mesti menjadi orang yang ketagihan dalam berinfaq. Lihatlah orang-orang yang disekeliling anda yang lebih membutuhkan dari anda. Kunjungilah orang-orang yang tak mampu,

Alihkan belanja anda yang tadinya ke toko besar ke warung-warung kecil di sekitar anda, belanja sayuran kepada tukang sayur keliling, mudah-mudahan itu akan lebih membantu mereka

“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)
Dari Abu Hurairah r.a: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat, dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda, sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu
telah memiliki apa yang hendak kau berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

SEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab atau menunggu banyak harta.
Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)
Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261)
”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

Senantiasa terus memperbaiki diri dan memberikan kemanfaatan bagi yang lain. Hendaknya kehadiran kita ada sesuatu manfaat yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita, Baik itu tenaga, pikiran, materi dll. Tampakkan wajah ceria, murah senyum, tidak sekadar simpati saja, tetapi bagaimana bisa berempati. Berbagi dengan sesama, mengutamakan kepentingan saudaranya, saling berlomba dalam kebaikan dan taqwa

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261)

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga.

Mari turut berpartisipasi memproduksi berjuta kebaikan, Jangan puas hanya melaksanakan yang wajib. Shalat Fardhu jangan dilalaikan, lengkapi dengan shalat sunnah, ada shalat rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan lainnya. Puasa Romadhan kita laksanakannya, puasa sunnah kita kerjakan semampu kita, ada puasa 6 hari di bulan syawal, puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin dan kamis, dll. Bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, tumbuh suburkan harta anda agar lebih berkah dan semakin berkembang sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak dengan menginfaqkannya di jalan Allah niscaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik, jika di dunia belum ada ganti di akhirat kita menyesal, mengapa tidak menginfaqkannya lebih banyak lagi.

Senin, 23 Juni 2014

Pemerintah Diminta Kembalikan Peran Bulog

Guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok untuk jangka panjang, pemerintah diminta mengembalikan peran Bulog dan memberikan kewenangan lebih untuk mengendalikan distribusi dan mengintervensi harga komoditas pokok.

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Riza Damanik menilai penting bagi upaya menjaga stabilitas harga pangan strategis jangka panjang dengan mengembalikan peran Bulog dan memberi kewenangan lebih luas.

Bulog, katanya, tidak hanya diberi kewenangan menjaga suplai beras dan menyalurkannya kepada masyarakat miskin, tetapi juga menjaga suplai sejumlah komoditas strategis seperti tepung, gula, minyak sayur, kedelai, dan lain-lain.

“Pemerintah juga harus melakukan intervensi terhadap kebutuhan pokok dengan tidak menyerahkan harga sepenuhnya kepada mekanisme pasar,” katanya belum lama ini.

Intervensi dengan penetapan standar harga untuk sejumlah komoditas pokok dinilai bisa menjaga stabilitas harga jangka panjang. Serta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani dengan adanya kepastian harga dari pemerintah dan mengurangi impor.

Selama ini, kata Riza, pemerintah sepenuhnya menyerahkan kendali harga kepada mekanisme pasar. Sehingga ketika keran impor dibuka, komoditas dari luar negeri membanjiri pasar domestik dengan harga murah, sehigga petani dalam negeri enggan memproduksi.

Dia menyebutkan lemahnya kontrol pemerintah terhadap harga kebutuhan pokok, menyebabkan ketergantungan yang tinggi terhadap impor. Imbasnya, petani lokal sulit mengembangkan usaha pertanian berbasis kebutuhan pokok karena kalah bersaing dengan komoditas impor.

“Mestinya, kalau mau swasembada dan mengurangi impor, pemerintah harus mau mensubsidi petani dengan kepastian harga produksi mereka. Di Amerika saja, kalau harga pasar anjlok, pemerintahnya tetap membeli produk petani dengan harga pantas, disubsidi,” tuturnya.

Menurutnya, sudah seharusnya menjelang penerapan masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015, pemerintah mengembalikan peran Bulog tidak hanya menyangkut suplai beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya.

Kartini Samon, Staf Asia Grain, sebuah organisasi sipil di bidang keragaman hayati dan pertanian menilai pemerintah belum memiliki political will yang kuat untuk melindungi petani, sehingga kebijakan yang diambil lebih pro pasar.

Dia mencontohkan pada 1992, Indonesia pernah mengalami swasembada kedelai. Namun kemudian, kebijakan impor membuat kedelai berharga murah dari luar negeri menyerbu pasar domestik, dan membuat produksi dalam negeri turun jauh.

“Penyebabnya, kedelai petani lokal tidak laku karena harga impor lebih murah. Mereka jadi enggan menanam dan produksi jatuh,” katanya.

Saat ini, hingga 70% kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi melalui impor. Padahal, jika pemerintah mau memberikan stimulus lebih luas kepada petani, produksi dalam negeri bisa didongkrak.

http://finansial.bisnis.com/read/20140623/9/237912/pemerintah-diminta-kembalikan-peran-bulog

Minggu, 22 Juni 2014

Mantan Sekda sebut Jokowi banyak kegagalan saat pimpin Solo

Supradi Kertamenawi, mantan anak buah Joko Widodo (Jokowi) semasa menjadi wali kota Solo menyebut, mantan atasannya tak sesukses yang diomongkan banyak pihak sewaktu memimpin Kota Bengawan. Supradi yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) tahun 2009-2010 mengatakan, tak banyak yang dilakukan Jokowi saat menjadi wali kota.

Bahkan pria yang saat ini menjadi pendukung Prabowo-Hatta tersebut mengatakan, banyak program-program Jokowi yang saat ini mangkrak. Misalnya, pembangunan beberapa taman, seperti Sekar Taji, Terminal Tirtonadi, City Walk yang semrawut, Railbus, Pasar tradisional, dan lain-lain.

"Kalau pemindahan ribuan PKL Banjarsari ke Pasar Notoharjo itu kan peran Pak Rudy (wakil wali kota saat itu). Kemudian juga adanya bantuan modal dari Kementerian Koperasi pada tiap PKL sebesar Rp 5 juta. Itu yang membuat pemindahan PKL lancar," ujar Supradi, saat ditemui merdeka.com, di Solo, Minggu (22/6).

Supradi mengetahui hal tersebut karena saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi saat itu. Menurut Supradi keberhasilan pemindahan PKL tersebut telah membuat nama Jokowi menjadi terkenal. Namun sayangnya, lanjut Supradi, keberhasilan tersebut menjadi tunggangan Jokowi untuk menjadi gubernur dan presiden.

Supradi menyayangkan saat ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui kinerja Jokowi sebenarnya di Solo. Padahal beberapa bangunan hingga saat ini masih mangkrak. Banyak kios di pasar tradisional yang dibiarkan kosong. Sementara kemiskinan di Solo, juga masih tinggi.

"Keberhasilannya di mana, lihat saja Terminal Tirtonadi, taman Sekar Taji, City walk, kios pasar kosong, masih banyak yang lainnya. Tingkat kemiskinan di Solo selalu naik, waktu zamannya dia. Sukses dari mana?," tandasnya.

Supradi mengaku tak mempunyai permasalahan apapun dengan Jokowi. Waktu menjadi anak buahnya di Pemkot Solo, dirinya mengaku juga tak pernah ada permasalahan.

"Penilaian saya obyektif, saya hanya bicara fakta. Pak Jokowi belum pantas memimpin Indonesia. Kita butuh pemimpin yang tegas, cerdas, dan bisa mengayomi bangsa," pungkasnya.

https://id.berita.yahoo.com/mantan-sekda-sebut-jokowi-banyak-kegagalan-saat-pimpin-081320942.html

Sabtu, 21 Juni 2014

Kebangkitan PKI Baru Mengancam NKRI

Upaya eks PKI atau komunis dalam rangka merubah tatanan sistem negara dan mengganti pemerintahan tetap diupayakan dengan berbagai cara, terutama dilakukan secara tertutup atau klandestine. Adanya indikasi kebangkitan gerakan komunis perlu mendapatkan pencermatan tersendiri dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia, karena mereka tetap berpotensi menciptakan gangguan politik dan keamanan ke depan.

Gerakan kelompok komunis muda ini juga “mendompleng” sejumlah aksi unjuk rasa yang marak akhir-akhir ini, bahkan tidak menutup kemungkinan ikut “infiltrasi” dalam berbagai peristiwa bentrokan antar warga beberapa waktu terakhir termasuk kemungkinan terlibat dalam tawuran pelajar atau pemuda.

Ada beberapa indikasi yang menggambarkan kebangkitan gerakan komunis sekarang ini. Salah seorang aktivis dari organisasi yang tidak mau disebut namanya menyatakan, saat ini sudah memiliki organiasasi yang bersifat klandestine, dimana ada beberapa tokoh yang tergabung dalam organisasi ini dari berbagai elemen pergerakan antara lain, “AHD” dan “MWK” yang organisasinya berada di sekitar Jakarta Pusat, “BING” yang organisasinya tidak jauh dari pasar rumput Jakarta Pusat, dan “JL” dari sebuah yayasan HB. Pada hari yang sama, salah seorang kader kelompok kiri mengaku sebagai mantan PKI menyatakan, gerakan muda PKI baru saat ini tergabung dalam organisasi yang telah dibekali dengan ideologi Marxisme-Leninisme.

Deklarator nya antara lain, RS alias RR, mantan tapol Pulau Buru, MN, mantan aktivis kiri di Jakarta Utara tahun 1960-an, OS, anak salah satu tokoh eks PKI, AM, mantan tapol Pulau Buru, CW mantan tapol Pulau Buru dan TW mantan aktivis kiri pada tahun 1960-an. Perekrutan terhadap anggota baru komunis muda pernah dilakukan beberapa tahun lalu di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelumnya, salah seorang aktivis perempuan menyatakan, seseorang sebelum bergabung atau direkrut menjadi kader Gerakan Komunis Muda biasanya harus memahami referensi sejarah bangsa Indonesia, terutama referensi sejarah yang benar menurut kalangan mereka. Dirinya sendiri tergabung dalam gerakan ini kurang lebih baru 3 tahun, sekitar tahun 2008, dimana dirinya direkrut gerakan tersebut yang lebih dulu menjadi anggota gerakan di golongan aktivis tertentu. Pemimpin kelompok aktivis ini saat ini sering mendapat teguran dari kawan-kawan lain, sebab sering mabuk-mabukan dan seorang lagi sering menggunakan ganja, dimana hal ini menimbulkan kekhawatiran di kelompok ini. Rata-rata anggota yang tergabung mempunyai kaki tangan (pergerakan), solidaritas mereka sangat tinggi terbukti saat dirinya menjalani operasi tumor, mendapatkan bantuan dari pergerakan Rp 22.000.000.

Menurutnya, orang komunis dalam usahanya tidak akan berhenti akan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Orang komunis sangat berbeda pada era pemerintahan Soekarno dan Soeharto dengan era pemerintahan SBY. Sekarang ini Komunis adalah “Multi Warna”, maksudnya disini Komunis tidak nampak jelas tetapi Komunis ada di mana-mana, bahkan di lingkaran SBY sendiri Komunis juga ada, makanya apabila SBY tidak hati-hati bisa di serang dari luar dan dari dalam. Komunis di era tahun 2011 menjelang 2012 tetap eksis dan ada dimana-mana hanya tidak nampak jelas, sehingga kegiatan Komunis tersebut agak sulit di identifikasi.

Jaringan eks PKI ini dalam kehidupan keseharian atau di lingkungan umum rata-rata mereka biasanya berusaha tidak saling mengenal apalagi terlihat akrab. Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindari kecurigaan aparat intelejen terhadap jaringan mereka, karena mereka sangat khawatir dihancurkan aparat intelejen dari dalam jaringan. Selain itu dalam berbicara di tempat umum tidak pernah menyangkut pautkan dengan kata komunis dan mereka biasanya berbicara mengatasnamakan kerakyatan. Kerja konkrit yang di laksanakan dalam jaringan mereka yang berada di kalangan elit politik saat ini adalah membisikan untuk kebijakan penyetopan pengiriman TKI ke luar negeri, ini sengaja di dorong terus agar segera dilaksanakan kebijakan tersebut, karena mereka mempunyai tujuan jangka panjang yakni apabila kebijakan itu terlaksana secara otomatis pengiriman TKI akan tidak ada lagi, sehingga di negeri ini akan banyak pengangguran, dan kemiskinan akan merata. Apabila sudah banyak pengangguran otomatis banyak rakyat kelaparan, sehingga negara akan tidak stabil, sehingga akan mudah untuk di provokasi. Dengan demikian mereka bisa memanfaatkan situasi ini untuk menuju revolusi dan merubah sistem yang saat ini berjalan.

Terkait dengan indikasi gerakan komunis di beberapa daerah, tidak semua tokoh senior komunis mendukungnya. Salah seorang tokoh ormas yang mewadahi korban Orde Baru pernah menyatakan, masalah eksistensi gerakan eks PKI ataupun yang sejenisnya seperti di Medan, Sumatera Utara adalah forum yang utopis dan illegal. Artinya mereka yang membuat gerakan itu sebetulnya tidak memahami esensi dari komunis dan revolusi itu sendiri. Dirinya menilai kelompok-kelompok yang menginginkan eksistensi komunis seharusnya dipikirkan secara matang, bukan seperti membuat partai borjuis. Sekarang ini banyak kelompok yang mengatakan gerakannya sosialis tetapi masih bergaya borjuis seperti kelompok LKM di Medan, Sumatera Utara.

Penulis sependapat dengan tulisan Amir Santoso berjudul “Awas PKI Gaya Baru” (Pelita, 21 November 2012), dimana pendukung Komunis Gaya Baru (KGB) membentuk paguyuban korban 1965 dan rajin menuntut agar mereka mendapat ganti rugi dari pemerintah dan mengadukan masalah mereka ke Pengadilan HAM. Disamping itu, kemungkinan benar jika aksi-aksi unjuk rasa buruh yang anarkis dengan mensweeping perusahaan dan memblokade jalan tol akhir-akhir ini adalah hasil kerja para KGB tersebut, sebab aksi-aksi buruh tersebut persis aksi organisasi buruh PKI menjelang G 30 S/PKI dulu.

Benar juga apa yang ditulis Amir Santoso, ada sebuah majalah mingguan dalam memperingati G 30 S/PKI tanggal 30 September 2012 dengan terang-terangan menulus mengakui pengakuan “algojo” dari kalangan NU dan TNI dalam mengeksekusi mati tokoh-tokoh dan anggota PKI di tahun 1965. Juga ada sebuah harian nasional yang terus menerus sampai sekarang, membuat tulisan seolah bersambung dalam rangka membela PKI. Mereka menggambarkan PKI sebagai korban 1965 dan menuntut diadakan peradilan HAM. Padahal generasi tua masih sangat ingat betapa kejam dan angkuhnya PKI saat itu, karena mereka mengintimidasi dan membantai semua lawan politiknya.

Adanya indikasi kebangkitan gerakan komunis dewasa ini di kalangan anak-anak muda jelas menunjukkan militansi kelompok eks PKI atau komunis di kalangan generasi tua sudah berhasil ditransformasikan ke generasi pelanjutnya. Hal ini juga membuktikan bahwa konsolidasi dan gerakan-gerakan klandestine yang mereka lakukan selama ini telah berhasil menumbuhkan semangat militansi dan perlawanan di kalangan anak-anak muda. Selain itu, indikasi kebangkitan gerakan komunis dewasa ini juga dipicu adanya berbagai permasalahan yang belum terlesaikan selama ini serta situasi kondisi kehidupan, terutama perekonomian masyarakat yang belum membaik telah menjadi “amunisi politik” bagi kelompok ini untuk menyebarkan paham dan ideologi kiri seperti komunisme, Marxisme dan Leninisme, disamping untuk mendiskreditkan dan mendelegitimasi pemerintah. Kebangkitan gerakan komunis dewasa ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi ideologi negara Pancasila serta dapat menimbulkan gejolak politik dan keamanan di kemudian hari.

Keberadaan organisasi komunis baru di kalangan generasi muda mengindikasikan belum selesainya pertarungan ideologi antara ideologi Pancasila dengan ideologi antitesisnya seperti komunisme, Leninisme dan Marxisme, di samping karena pengawasan terhadap organisasi ini yang tidak dilakukan secara terus menerus oleh instansi yang berwenang. Terkait dengan kondisi ini, ada beberapa langkah yang disarankan kepada jajaran aparat negara ataupun stake holder lainnya antara lain, Kemenegpora dan Kemendagri perlu melakukan gerakan wawasan kebangsaan dan sosialisasi pemahaman ideologi Pancasila dengan metode pendekatan sosialisasi yang baru dan kontekstual perlu terus menerus dilakukan.

http://yudisamara.com/2014/06/20/kebangkitan-pki-baru-mengancam-nkri/

Jumat, 20 Juni 2014

Bukti Kebohongan Jokowi Pada Program KJS


BEROBAT DI PUSKESMAS DI JAKARTA GRATIS? ADALAH BOHONG!
 

image

Ya Allah, Tega nian Gubernur Jokowi Menipu Rakyatnya. Siapa bilang dengan KJS (Kartu Jakarta Sehat) boleh berobat gratis? Buktinya tadi pagi saya & anak saya berobat di Poli Mata di Puskesmas Kec.Cilincing Jakarta Utara, bayar!

Memang bayarnya sih murah, Rp 15.000,- per Orang. Itu kalau lagi pas si pasien punya uang/ bawa uang.Di ruang tunggu loket, saya yg mendapat nomer antrian 90 melihat kenyataan yg memilukan. Apa itu? Seorang bapak tua, aki-aki asli Betawi, memakai kos bergambar Jokowi sedang marah2 di loket.
“Gile lu. Katanya pake KJS berobat Gratis!”

“Maaf pak, itu bukan kebijakan kami (pengelola Puskesmas maksudnya), itu kebijakan Pemda DKI (Gubernur Jokowi maksudnya).”
Mana bapak tua itu tahu kalau sejak Januari 2014 lalu berobat di Puskesmas sudah tidak gratis lagi alias bayar!

Celakanya, karena dulu dan bahkan tadi malam Jokowi berkoar-koar di TV , di DEBAT CAPRES, yang ditonton oleh Jutaan Rakyat Indonesia, katanya dengan kartu ini penduduk Indonesia yg kurang mampu BISA BEROBAT GRATIS, lagi-2 dia klaim seperti di Jakarta (dengan Sistem KJS). Buktinya? BOHONG!!

Si bapak tua tadi, marah2 lantaran di dompetnya cuma ada uang Rp 7.000,-, sedangkan tarif yg wajib dia bayar Rp 15.000,-! Yang membuat si bapak tua itu kesal, pihak Puskesmas Kelurahan Rorotan, tempat di mana dia tinggal, karena tidak ada poli mata, menyarankan si bapak tua tadi untuk berobat di Puskesmas Kecamatan.

Tadi malam si bapak tua itu rupanya juga nonton DEBAT CAPRES, dan dia dulu pernah berobat gratis pake KJS, maka dia berani datang berobat mata ke Puskesmas tingkat kecamatan. Perlu anda ketahui, si bapak tua itu untuk menuju Puskesmas tersebut dari rumahnya di wilayah Rorotan mengeluarkan ongkos Rp 7.000,- (dua kali naik angkot, KWK 05; Rp 4.000 + Rp 3.000). Nah, hari itu si bapak tua punya uang hanya Rp 30.000,-. Maka dia membawa Rp 14.000 pas tuk sekedar ongkos angkot ke puskesmas PP, sisanya tuk belanja Istrinya di rumah.

Ibu-2 yg berjilbab lebar melerai bapak tua yg marah2 itu. Dan dia membayarkan tarif Poli Mata si bapak berkaos bergambar Jokowi, agar tidak ada keributan di puskesmas.

“Gua Sumpahin Jokowi Belangsak! Tega2nya nipu rakyat miskin! Gua jijik pake kaos ini. Ntar dirumah kaos ini gua bakar, biar tetangga pada tahu kelakuan Jokowi. Bacot doang gede…”

Ketika saya & anak saya menunggu di depan ruang Poli Mata, banyak pasien mengeluh; “Katanya gratis. Koq ini bayar..”

Setelah saya & anak saya diperiksa mata oleh dokter, lalu dikasih masing2 dua lembar resep. “Yang ini obatnya silahkan diambil di ruang obat. Sedangkan yg ini karena stok obatnya tidak ada, harap dibeli di apotik pak..” Ujar dokter.

Saya sih gak keberatan, karena saya alhamdulillah punya uang. Lah, si bapak tua berkoas gambar Jokowi tadi, gimana mau beli obat di apotik? Uangnya saja cuma Rp 7.000, itu pun untuk ongkos pulang ke rumahnya. Tadi aja, untung ada ibu2 berjilbab lebar yg baik hati, yg mau bayarin tarif Poli Mata si bapak.

Saudara-saudari ku sebangsa setanah air. Tadi saja, saya dibonceng naik motor oleh istri, keliling mencari apotik tuk nebus resep. Sudah tiga apotik yg kami datangi tidak ada obat yg dimaksud dalam resep dokter.

Dan baru ada di apotik yg keempat yg kami datangi. Kami menebus obat yg sama namun beda merk, itupun setelah dokter yg kebetulan ada di apotek tersebut memberikan penjelasan, bahwa isi kandungan obatnya sama.

Sontak terpikirlah olehku bagaimana nasib si bapak tua tadi.
“Ya Allah, Jangan Kau Hinakan Bangsa Kami dengan Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya. Ya, Alloh Kasihanilah kami. Berilah kami Pemimpin Yg Tidak Suka Berbohong. Amin.”

http://yudisamara.com/2014/06/20/bukti-kebohongan-jokowi-pada-program-kjs/