Rabu, 29 Juli 2015

STABILISASI HARGA, Kewenangan Bulog Belum 100%

Perum Bulog tengah mengajukan regulasi berbentuk instruksi presiden (Inpres) atas kuasa tujuh komoditas strategis yang harganya dinilai rentan mengalami kenaikan, dalam porsi tertentu.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyampaikan pengajuan Inpres tersebut merespons putusan rapat terbatas (Ratas) dan SK Mendag yang menyebutkan Perum Bulog harus berperan dalam menjadi penyangga harga tujuh komoditas strategis.

“Nah jadi kami ajukan Inpresnya supaya payung hukumnya kuat dan kami ingin itu dapat dilindungi. Kalau Bulog nanti memiliki kuasa komoditas tersebut dalam porsi tertentu, kami benar-benar bisa berperan menstabilkan harga,” kata Djarot saat dihubungi Bisnis, Selasa (28/7).

Selain itu, dengan keberadaan Inpres, Djarot menyebutkan nantinya tugas tersebut akan lebih terlindungi dan kuat.

Apalagi, sejumlah departemen yang selama ini ‘bergantung’ pada operasional Bulog untuk menjaga stabilitas harga seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan pun tercatat telah memberikan dukungannya untuk penerbitan Inpres.

“Bulog itu selama ini bekerja sama dengan Kemendag, Kementan, Kemensos, Kemenperin. Nah kami ajukan Inpresnya melalui KemenBUMN agar dapat memayungi kinerja antardepartemen ini. Penugasan dari pemerintah banyak. Kalau tidak ada payungnya, ditakutkan ada kesalahan hukum,” terang Djarot.

Seperti diketahui, pemerintah kini tengah menggenjot produksi tujuh komoditas, bahkan ditargetkan untuk segera swasembada. Ketujuh komoditas tersebut yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai merah, daging, dan gula.

Dalam rapat pengajuan anggaran di Komisi IV DPR RI awal Juni lalu, Kementerian Pertanian bahkan mengajukan total Rp23,2 triliun untuk program upaya khusus (UPSUS) tujuh komoditas tersebut, demi mencapai ambisi pemerintah untuk segera swasembada.

Dengan keberadaan Inpres, Djarot menilai ke depannya peran Bulog yang diminta menyangga harga tujuh komoditas tersebut akan lebih jelas. “Bulog kan jadi operatormya, nanti diperjelas teknis operasi pasar, siapa yang dapat memerintah,” katanya.

http://semarang.bisnis.com/read/20150729/12/80751/stabilisasi-harga-kewenangan-bulog-belum-100

Bulog kembali dipercaya jadi pemasok kebutuhan pokok

Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal kembali dipercaya sebagai badan penyangga dan stabilisator harga, dengan menjadi pemasok bahan kebutuhan pokok di 5.000 pasar yang hendak dikembangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Untuk memotong mata rantai perdagangan, Bulog langsung membeli bahan kebutuhan pokok dari produsen dan memasok ke para pengecer di pasar. Bahan pangan yang dipasok bukan hanya beras dan gula, melainkan juga kedelai, daging sapi, telur, ayam, hingga cabai dan sayur-mayur.

“Untuk membeli bahan pangan dari Bulog, para pengecer mendapatkan dana dari koperasi di mana mereka menjadi anggota. Saya yakin, kehadiran koperasi dan Bulog yang berperan sebagai badan penyangga dan stabilisator harga akan mampu menstabilkan harga pangan,” kata Mendag Rachmat Gobel, Minggu(26/7/2015).

Tahun ini, Kemendag membangun 1.000 pasar dari 5.000 pasar yang dibangun dalam lima tahun. Setiap pasar yang dibangun dilengkapi jaringan teknologi komunikasi untuk mempermudah informasi pasokan dan harga. Dengan telekomunikasi yang baik, setiap saat perkembangan pasokan dan harga di seluruh Indonesia bisa dipantau.

“Pemerintah memotong mata rantai perdagangan agar harga bahan kebutuhan pokok tidak lagi dipermainkan para pedagang. Dengan kehadiran Bulog, ruang bagi mafia perdagangan kita tutup,” ungkap Mendag.

http://www.kabarbisnis.com/read/2859367/bulog-kembali-dipercaya-jadi-pemasok-kebutuhan-pokok

Selasa, 28 Juli 2015

Bulog Diminta Serap 300.000 Ton Beras dalam 3 Bulan dari Jateng

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan bahwa pada Juli hingga September ini akan ada panen seluas Rp 500.000 ha di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Dengan perhitungan rata-rata produktivitas per hektar (ha) mencapai 6 ton gabah kering giling (GKG), maka produksi bisa mencapai 3 juta ton GKG.

"Total luas panen Jawa Tengah kurang lebih 500 ribu ha dari Juli-September dalam 3 bulan. Kalau rata-rata per hektar menghasilkan 6 ton, bisa menghasilkan 3 juta ton GKG," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya di Klaten, Senin (27/7).

Dari produksi sebanyak 3 juta ton GKG tersebut, Amran meminta Perum Bulog untuk menyerap setidaknya 500.000 ton GKG atau sekitar 300.000 ton beras.

"Harapannya Bulog nantinya bisa menyerap beras petani, kami minta Bulog minimal 500 ribu ton. Mulai hari ini bergerak," tandasnya.

Amran yakin Bulog dapat menyerap beras sebanyak itu dari Jawa Tengah. Apalagi, Bulog baru saja mendapatkan suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.

Ditambah dengan sumber-sumber pendanaan lain, total Bulog mempunyai modal sebesar Rp 30 triliun. "Dana yang siap ada di Bulog termasuk untuk komersil ada kurang lebih Rp 30 triliun," ucapnya.

Pihaknya juga meminta para petani agar mau menjual sebagian besar gabah dan berasnya kepada Bulog untuk memperkuat stok Bulog. Jika stok Bulog di akhir tahun dapat mencapai 1,5 juta ton beras, impor tak perlu dilakukan.

"Kami minta produksi ini sebagian besar diserahkan kepada Bulog agar kita tahun ini tidak impor beras, kami yakin itu bisa," dia menegaskan.

Lebih lanjut, Amran optimis tahun ini Indonesia tak perlu mengimpor beras. Pasalnya, produksi padi berdasarkan Angka Ramalam I (Aram I) BPS mencapai 75,5 juta ton GKG, meningkat 5,5 juta ton dibanding tahun 2014.

Diperkirakan tahun ini masih ada surplus beras hingga 10 juta ton. "Kami yakin itu bisa. Kita akan menyerap mulai hari ini, dananya sudah siap," tutupnya.

http://www.gatra.com/ekonomi-1/makro/157831-bulog-diminta-serap-300-ribu-ton-beras-dalam-3-bulan-dari-jateng%E2%80%8F.html

Jumat, 24 Juli 2015

Bulog dan Gerai Perbatasan Dikaji

Kementerian Perdagangan tengah mengkaji penempatan Bulog dan gerai di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain. Hal itu bertujuan mengurangi disparitas harga dan memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat setempat.

"Selama ini, bahan pangan masyarakat di wilayah perbatasan banyak yang berasal dari negara lain. Wilayah itu juga susah dijangkau sehingga harga bahan pangan lebih mahal," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Rachmat, gerai Bulog direncanakan ditempatkan di pasar-pasar rakyat yang telah direvitalisasi atau dibangun, termasuk di wilayah perbatasan. Bulog akan menyediakan bahan pangan pokok yang akan dijual kepada pedagang kecil, bukan konsumen.

Adapun gerai perbatasan sesuai rencana berupa toko penyedia bahan pokok dan ritel. Toko itu akan menjual bahan pangan, makanan, dan minuman dengan harga yang sama dengan di Jawa. "Jika diperlukan payung hukum akan dibuatkan. Jika membutuhkan subsidi akan diupayakan," ujarnya.

Rachmat menambahkan, perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, dengan Sarawak, Malaysia, kemungkinan akan menjadi percontohan. Pemerintah setempat, pengusaha lokal, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) akan dilibatkan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan, tujuan utama bukan mencari keuntungan ekonomis, melainkan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat perbatasan. Saat ini, konsepnya tengah dibahas dan dimatangkan. "Program ini merupakan kelanjutan dari gerai maritim. Melalui gerai maritim, bahan pangan bisa diangkut menggunakan kapal yang disubsidi dan didistribusikan ke perbatasan," katanya.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengemukakan, untuk merealisasikan gerai perbatasan, perlu ada studi kelayakan terlebih dahulu. Studi itu mencakup demografi atau populasi penduduk yang merupakan pasar utama, jalur transportasi, logistik, dan pusat distribusi. "Kami perlu mengetahui kemungkinan dampak sosial-ekonomi. Jangan sampai keberadaan gerai justru bergesekan dengan perdagangan yang sudah ada," katanya.

Roy menambahkan, bentuk gerai itu lebih pada toko konvensional, ritel waralaba, atau yang lain. Kalau waralaba, investasi diperkirakan Rp 450 juta-Rp 475 juta per toko. Insentif yang utama, ketersediaan infrastruktur dan logistik. Selama ini, hal itu yang menjadi kendala ritel tak berkembang di Indonesia timur dan perbatasan.

http://print.kompas.com/baca/2015/07/24/Bulog-dan-Gerai-Perbatasan-Dikaji

Rabu, 22 Juli 2015

Bulog Siap Mengelola Toko Tani Seluruh Indonesia

Upaya pemerintah meredam kenaikan harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan tengah dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan membangun toko tani di seluruh pasar yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Pembangunan toko tani tersebut akan dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) dalam merevitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia. Nantinya di setiap pasar yang dinilai strategis, pemerintah akan membangun toko tani yang dikelola Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog). Terkait hal itu, Bulog sendiri telah menyatakan kesiapannya.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti membenarkan bahwa nantinya Bulog akan bekerjasama dengan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Kemdag dalam rangka membangun toko tani sebagai titik distribusi di setiap pasar strategis di Indonesia. Ia mengatakan pembangunan toko tani ini bertujuan untuk membangun jaringan pangan di setiap kegiatan ekonomi yang dananya berasal sebagian dari kementerian.

Namun berapa persisnya, Djarot masih belum mengetahuinya. "Nanti toko mini akan kita bangun di pasar yang direvitalisasi Kemdag. Sifatnya, Bulog akan menyewa tempat di sana," terang Djarot pekan lalu.

Kehadiran toko tani ini menurut Djarot sebagai toko penyeimbang harga di pasar setempat sehingga dapat berkontribusi menstabilkan harga di seluruh Indonesia. Bulog yang akan menjadi operator toko tani ini dengan memasok bahan-bahan pokok yang selama ini rentan mengalami kenaikan harga.

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/07/22/bulog-siap-mengelola-toko-tani-seluruh-indonesia

Rabu, 15 Juli 2015

INI SUNNAH-SUNNAH DI HARI RAYA IED FITRI

SUNNAH NABI ITU MEMPERBANYAK PAHALA & DAN SEBAGAI BUKTI CINTA KEPADA ALLAH & NABI NYA

1. MANDI SEBELUM PERGI SHOLAT IED
Bahwasanya Ibnu Umar mandi pada saat ‘Iedul fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk sholat (HR. Malik, sanadnya shohih)

2. MAKAN SEBELUM SHALAT
“Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Iedul Fitri sampai beliau makan dan pada Iedul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan

3. BERHIAS DIRI DI HARI RAYA
‘Bahwa Umar pernah menawarkan jubah sutra kepada Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam agar dipakai untuk berhias dengan baju tersebut di hari raya dan untuk menemui utusan. (HR. Bukhori Muslim)

4. BERBEDA JALAN KETIKA PERGI & PULANG SHOLAT IED
“Rosululloh membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) saat iedul fitri.” (HR. Bukhori)

5. MENGUCAPKAN Taqobbalallahu minna wa minkum
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan:

“Taqobbalallahu minna wa mink. Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.” (HR. Ahmad. Syeikh Albani mesahihkannya)

6. Boleh berjabat tangan, berpelukan ketika ied Fitri dengan ketentuan berjabat tangan JANGAN YANG BUKAN MUHRIM.

Ust. Ackman Lc

Selasa, 14 Juli 2015

Pengangkatan Tiga Dirut PLN, Pertamina, dan Bulog Dipersoalkan

Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar mempertanyakan pengangkatan tiga direktur utama di Badan Usaha Negara (BUMN) oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. BUMN itu adalah PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Perum Bulog.

"Saat Rini bergabung menjadi motor tim sukses Joko Widodo (Jokowi) yang sekaligus berhasil mengantarkannya menjadi Presiden RI, kami masih belum bisa menyimpulkan seperti apa sebenarnya yang ada dalam pemikirannya," kata Junisab Akbar kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2015).

Menurut Junisab, sekarang sudah mulai terang benderang terlihat seperti motifnya. Salah satu parameternya adalah ketika dia mengatur susunan jajaran-jajaran Direksi BUMN yang masuk kategori sangat strategis baik dari sisi tugas pokok dan fungsi maupun dari sisi aset.

Seperti yang sudah kami paparkan tentang regulasi-regulasi yang dipengaruhinya terkait dengan dugaan mengamputasi kemampuan kewenangan pengelolaan Pulau Batam yang sejak masa Presiden Soeharto diplot untuk menjadi wilayah penerima 'muntahan' banjir perekonomian dunia dari negara tetangga yang dikenal sebagai negara broker, Singapura. "Karena 'pengaruh' Rini sekarang kota itu menjadi kota mati, tidak seperti sediakala," papar Junisab.

Dijelaskan, dari lingkup tata kelola penempatan personal di jajaran Direksi BUMN, kami akan mendalami bagaimana nilai minus yang bisa dilekatkan kepada Rini. Minus, kata Junisab, karena terlihat keputusannya tersebut ternyata bukan dalam kerangka peningkatan kemampuan BUMN menjalankan fungsinya.

"Namun lebih pada titik berat karena 'pendekatan luar biasa' yang intens dilakukan oleh personal-personal yang ditempatkannya tersebut semata. Rentang pendekatan-pendekatan itu yang sempat menjadi 'bom' yang kemudian diledakkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Itulah protesnya SBY atas adanya kasak-kusuk atau intervensi dari oknum dari Tim Transisi Joko Widodo ke BUMN-BUMN," jelasnya.

Lebih lanjut Junisab menjelaskan, jejak awal atas dugaan adanya pendekatan itu mulai tampak saat Menteri BUMN Rini yang juga adalah sebagai kuasa pemegang saham milik negara di seluruh BUMN menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Persero.

"Rini menempatkan Dwi di posisi BUMN yang sangat-sangat strategis dalam berbisnis dan melakukan tugas-tugas negara kepada warganya dalam bidang perminyakan," kata dia.

Tidak cukup sampai disitu, lalu Rini melakukan kebijakan yang juga patut untuk dipertanyakan dengan menempatkan Sofyan Basir yang adalah Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi Dirut PT Perusahaan Listik Negara (PLN) Persero.

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa PLN adalah BUMN terbesar dalam kepemilikan aset-aset yang berbentuk barang tidak bergerak, selain melakukan pemutaran uang publik secara harian dari penjualan energi listrik kepada masyarakat maupun dunia industri, ujarnya.

"Belum cukup menjamah dua BUMN strategis itu. Rini mendorong penempatan Djarot Kusumayakti yang adalah anak buah Sofyan Basir sebagai salah satu Direktur di Bank BRI menjadi Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog). Bulog merupakan jantung dalam negara ini sebab kewenangannya akan sangat signifikan mempengaruhi konstelasi dalam bernegara sebab terkait mengelola pangan dan turunannya bagi masyarakat Indonesia," ungkap Junisab.

Penempatan dua orang petinggi Bank BRI itu menurut kami diduga penuh dengan aroma bau politis yang sangat menyengat, karena terkait Djarot yang diduga berdarah-darah terkait dugaan kredit fiktif yang jumlahnya ratusan miliar saat dia menjadi pimpinan Bank BRI di Sumatra Selatan.

Pasca kejadian berdarah yang herannya tidak sampai menyeretnya ke depan hukum itu, ternyata kemudian dia 'ditarik' Sofyan menjadi Tim saat fit and propertes pemilihan jajaran Direksi Bank BRI di jaman Dahlan Iskan.

http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/07/13/334658/pengangkatan-tiga-dirut-pln-pertamina-dan-bulog-dipersoalkan