Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata
memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah
yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas
kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam.
Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu
sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah
satu dari rukun Islam, Ibadah Haji.
Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan
masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah
menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya.
Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, yang kaki mungilnya
pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Akibat penemuan mata air
abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim
ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir.
Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.
Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah
di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan
penghormatan dan prestise tertinggi.
Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama
yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi
Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.
Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali
didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun
Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.
Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian
selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal
tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu.
Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh batu hitam besar yang
dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat
banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.
Batu ini istimewa, sebab diberikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saat
ini, jutaan umat Muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji, sebuah
lelaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad.
Selesai dibangun, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat
manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari
sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.
Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter,
barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang
memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim
berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal ini, terlebih
dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.
Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yang pertama kali
merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.
Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir
besar melanda. Perselisihan muncul di antara keluarga-keluarga kaum
Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke
tempatnya di Ka’bah.
Rasulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang
terkenal, Rasulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad
secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil
menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.
Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi, Ka’bah
terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang kini
dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu
mesjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas, ditambah
dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin
berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh
jazirah Arab dan sekitarnya.
Wajah Masjidil Haram modern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada
kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian
dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi hingga saat ini.
Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi
Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang
menyandang gelar Penjaga Dua Mesjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid
Nabawi.
Pada pemerintahannya, Masjidil Haram diperluas hingga dapat memuat
kapasitas 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat
memuat 17.000 jemaah.
Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram
diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Renovasi ketiga selesai pada
tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini,
sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat.
Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara,
eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan.
Saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul-Aziz,
renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya,
Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar
mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika rampung,
bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.
Banjir Ka’bah
Bencana alam yang mungkin sering terjadi di wilayah Mekkah adalah
banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Kala itu
seluruh bangunan Ka’bah runtuh. Banjir juga terjadi beberapa kali di
masa Nabi Muhammad. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab,
banjir merusak dinding-dinding Ka’bah.
Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar
pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat
bagian dalam Masjidil Haram terendam banjir hingga hampir setengah
tinggi Ka’bah.
Di beberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir
inilah yang kemudian membuat beberapa tiang mesjid yang terbuat dari
kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan
perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.
Banjir sering terjadi di Mekkah karena letak geografis kota tersebut
yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di dataran
rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat dapat mudah
diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Alhasil
banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem
drainase kala itu tidak sebaik sekarang.
Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah tercatat pernah
mewarnai sejarah Masjidil Haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad
lahir hingga ke zaman modern di abad ke 20. Beberapa insiden tersebut
diakhiri dengan kemenangan para penguasa Ka’bah.
Serangan Gajah
Serangan terhadap Ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571
Masehi, tahun kelahiran Nabi Muhammad. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan
gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman, Abrahah, berencana menyerbu
Mekkah dan menghancurkan Ka’bah.
Negara Yaman adalah salah satu negara Kristen besar kala itu. Sebuah
gereja besar yang indah didirikan pada pemerintahan Raja Yaman, Habshah.
Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja
bersumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke
gerejanya di Yaman.
Alkisah, mendengar hal ini, seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin
Addiy tersinggung kemudian masuk ke dalam gereja dan membuang hajat di
dalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan
Ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000
ekor gajah.
Tidak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi
kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari
kakek Muhammad, Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke
puncak-puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Berangkatlah rombongan tentara
Abrahah menuju Ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.
Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari
ribuan burung Ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di
kedua kakinya dan paruhnya. Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas
tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging
para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan
burung-burung itu membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara
Abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.
Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah
dinamakan sebagai Tahun Gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat Al
Fiil di kitab suci Al-Quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang
berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang
terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan
(ulat).” (Al Fiil: 3-4).
Bentrok dengan Iran
Di zaman modern, insiden paling sering adalah bentrok aparat keamanan
Arab Saudi dengan para demonstran asal Iran. Kehadiran para demonstran
merupakan perintah dari pemerintah Iran agar para jemaah haji Iran
menyampaikan protes terhadap kerajaan Saudi.
Kerusuhan terparah terjadi pada 31 Juli 1987 yang menewaskan 401
orang. Di antaranya adalah 275 warga Iran, 85 warga Arab Saudi, dan 42
jemaah haji asal negara lain. Sebanyak 643 orang terluka, kebanyakan
adalah jemaah haji Iran.
Perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran sudah berlangsung relatif
lama. Dimulai saat Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Salaf kenamaan Arab
Saudi, memerintahkan penghancuran beberapa makam yang dikultuskan umat
Islam di Hejaz, termasuk makam ulama Syiah Al-Baqi, pada tahun 1925.
Tindakan ini tidak ayal membuat marah pemerintahan dan rakyat Iran
yang mayoritas Syiah. Kemelut pun dimulai, Iran menyerukan penggulingan
pemerintahan di Arab Saudi dan melarang seluruh warga Iran pergi haji
pada tahun 1927.
Ketegangan bertambah parah setelah pada tahun 1943, pemerintah Arab
Saudi memenggal kepala seorang jemaah haji Iran karena membawa kotoran
manusia di pakaiannya ke dalam Masjidil Haram di Mekkah.
Iran protes keras dan melarang warganya pergi haji hingga tahun 1948.
Sejak saat itu, demonstrasi jemaah haji Iran terus dilakukan di
Mekkah. Ini berkat imbauan Ayatullah Khomeini pada tahun 1971 yang
memerintahkan setiap jemaah haji Iran untuk berhaji sambil menyampaikan
pandangan politik mereka terhadap pemerintah Arab Saudi. Para jemaah
Iran menyebut demonstrasi ini dengan nama “Menjaga Jarak dengan Para
Musryikin.”
Pada tahun 1982, situasi kedua negara sempat tenang. Khomeini
memerintahkan rakyatnya menjaga ketertiban dan perdamaian, tidak
menyebarkan pamflet-pamflet propaganda, dan untuk tidak mengkritik
pemerintahan Arab Saudi.
Sebagai balasannya, kerajaan Arab Saudi membebaskan jemaah haji Iran
untuk kembali berhaji. Sebelumnya, Saudi membatasi jumlah jemaah haji
asal Iran untuk menghindari konflik.
Ketegangan kembali terjadi pada Jumat, 31 Juli 1987. Para jemaah haji
Iran melakukan pawai protes menentang para musuh Islam, yaitu Israel
dan Amerika Serikat, di kota Mekkah. Ketika sampai di depan Masjidil
Haram, mereka diblokir oleh aparat keamanan Arab Saudi, namun mereka
tetap memaksa masuk.
Bentrokan berdarah kemudian terjadi yang mengakibatkan situasi kacau dengan beberapa orang terinjak-injak oleh massa yang panik.
Ada beberapa versi pemicu kematian ratusan orang pada insiden ini.
Pemerintah Iran mengatakan, aparat keamanan Saudi melepaskan tembakan ke
arah demonstran damai, sementara Arab Saudi mengatakan bahwa korban
tewas akibat terjepit dan terinjak jemaah yang panik. Akibat hal ini,
hubungan kedua negara kembali renggang dan pemerintah Arab Saudi kembali
menerapkan pembatasan jemaah haji Iran.
Mahdi Palsu
Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada 20 November 1979. Kala itu
ratusan orang bersenjata menguasai Masjidil Haram dan menyandera puluhan
ribu jemaah haji di dalamnya.
Penyanderaan dipimpin oleh Juhaimin Ibnu Muhammad Ibnu Saif al-Otaibi
yang mengatakan saudara iparnya, Muhammad bin Abd Allah Al-Qahtani,
adalah Imam Mahdi atau sang penyelamat akhir zaman.
Dilaporkan sebanyak 400-500 militan Otaibi, termasuk di dalamnya
wanita dan anak-anak, mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di
balik baju dan merantai gerbang Masjidil Haram. Mereka memerintahkan
para jemaah untuk tunduk kepada Mahdi palsu, Al-Qahtani. Penyanderaan
berlangsung selama dua minggu, sebelum akhirnya para militan diberantas
oleh pasukan bersenjata gabungan antara Arab Saudi dengan beberapa
negara.
Pasukan Arab Saudi sempat dipukul mundur karena hebatnya persenjataan
para militan. Seluruh warga Mekkah dievakuasi ke beberapa daerah.
Pasukan kerajaan siap melakukan gempuran mematikan. Namun, mereka
harus meminta izin dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin
Baz, yang telah melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram.
Akhirnya dia mengeluarkan fatwa penyerangan mematikan untuk mengambil
alih Ka’bah.
Dilaporkan 255 jemaat haji dan militan Otaibi tewas dalam penyerangan
tersebut, sebanyak 560 orang terluka. Dari sisi tentara Arab Saudi,
sebanyak 127 tewas dan 451 terluka.
Berbagai cerita berbeda mengisahkan saat-saat penyerangan oleh tentara gabungan Arab Saudi, Pakistan dan Perancis.
Salah satu laporan mengatakan tentara membanjiri Masjidil Haram
dengan air dan mengalirinya dengan listrik, menyetrum para militan.
Laporan lainnya mengatakan para tentara menggunakan gas beracun. Pasukan
Perancis dipanggil karena pasukan Arab Saudi tidak berdaya.
Tentara Perancis ini dikabarkan menjadi Muslim dahulu sebelum masuk
Masjidil Haram. Langkah ini mereka lakukan lantaran Masjidil Haram hanya
boleh dimasuki oleh umat Muslim. Allahu a’lam. (berbagai sumber)
Jumat, 21 Juni 2013
Minggu, 21 April 2013
Menjadi Pemimpin
Pemimipin abadi adalah pemimpin yang dapat
memimpin dengan suara hatinya dan diikuti pula oleh suara hati para
pengikutnya.
Tanyakanlah pada diri kita sendiri ?
- Apakah Anda mampu menegur tanpa menimbulkan kemarahan?
- Apakah Anda mampu menolak tanpa mengecilkan arti?
- Apakah Anda mampu tertawa bersama bila kelucuan itu menyangkut diri Anda sendiri?
- Apakah Anda mampu memelihara semangat jika menghadapi suatu kegagalan?
- Apakah Anda mampu tenang jika harus menghadapi situasi darurat?
Pertanyaan di atas merupakan cara pengukuran
yang sederhana untuk menilai apakah kita berpotensi untuk menjadi pemimpin.
Apabila jawaban kita adalah “mampu” untuk semua pertanyaan di atas, maka
anda mempunyai potensi kita menjadi seorang pemimpin.
Seperti apa sih pemimpin yang
paling ideal dan patut kita tauladani ?.
Menurut MICHAEL HART seorang penulis buku yang
cukup terkenal yang berjudul “SERATUS TOKOH PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH”,
Michael Hart dalam bukunya menuliskan bahwa tokoh nomor satu yang paling
berpengaruh dalam sejarah adalah Nabi Muhammad S.A.W, dia mengatakan “Muhammad
bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin dunia. Fakta membuktikan
selaku penggerak kaum Arab(muslimin), pengaruh kepemimpinannya berada dalam
posisi terdepan sepanjang waktu.”
Michael Hart menilai bahwa ada kombinasi yang
tak tertandingi yang mampu di pegang secara seimbang oleh Nabi Muhammad S.A.W,
yaitu kombinasi antara Agama dan Duniawi sehingga dipilihlah Nabi Muhammad
S.A.W sebagai pribadi yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Nah
kepemimpinan seperti apakah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sehingga beliau
manjadi tokoh yang berpengaruh dalam sejarah?.
Di bawah ini saya akan menuliskan
Tingkatan-tingkatan kepemimpinan yang dapat menjadikan seorang pemimpin yang
paling berpengaruh baik di dalam perusahaan, rumah tangga dan lingkungan
sekitar kita.
Pemimpin yang Dicintai.
Anda bisa mencintai seseorang tanpa harus memimpin mereka, akan tetapi untuk menjadi seorang pemimpin anda tidak bisa memimpin mereka apabila anda tidak mencintai mereka. Hal tersebut dapat melukiskan tentang seorang pemimpin yang harus dapat berhubungan baik dengan orang lain, pemimpin tidak dapat hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja akan tetapi harus bisa mencintai dan di cintai oleh orang lain, hal ini adalah mutlak hukumnya dan tidak dapat di ganggu gugat, karena apabila tidak ada yang mencintai anda maka anda tidak akan memiliki pendukung yang akan mendukung anda. Cara agar kita dapat di cintai oleh orang lain sangatlah mudah, kita cukup senyum, mengingat nama dan mau mendengarkan perkataan orang lain, akan tetapi nabi Muhammad memiliki cara lain yaitu bersikap RAHMAN dan RAHIM, maksudnya adalah bersikap penuh kasih sayang tehadap orang-orang di sekitar kita terutama terhadap orang-orang yang akan kita pimpin.
Apabila kita dapat menunjukkan kasih sayang
dan kejujuran yang tulus terhadap orang yang akan kita pimpin niscaya kita akan
menjadi pemimpin yang di cintai dan di dukung oleh orang banyak.
Pemimpin yang Dipercaya.
Seorang pemimpin adalah sosok yang memiliki INTEGRITAS yang TINGGI dan penuh KEBERANIAN serta TIDAK MENGENAL PUTUS ASA dalam menggapai apa yang menjadi cita-citanya. Apabila anda dapat memegang teguh hal tersebut maka anda akan KONSISTEN dalam melangkah dan mengambil keputusan, sehingga seseorang akan melihat anda sebagai sosok yang memiliki KOMITMEN dan menimbulkan KEPERCAYAAN mereka untuk mengikuti anda sebagai pemimpin mereka.
INTEGRITAS adalah kunci mutlak untuk menjadi
seorang pemimpin yang di percaya oleh pengikutnya karena INTEGRITAS adalah
sebuah kejujuran atau kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan.
Pembimbing.
Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat memberikan MOTIVASI bagi para pengikutnya bukan pemimpin yang hanya dapat memperluas kekuasaanya saja, karena seorang pemimpin akan dikatakan gagal apabila tidak dapat memiliki kader-kader penerus. Setelah menjadi pemimpin yang dicintai, lalu menjadi pemimpin yang di percaya maka langkah selanjutnya harus menjadi pemimpin yang dapat memberikan MOTIVASI bagi para pengikutnya, apabila kita sebagai pemimpin dapat memberikan MOTIVASI maka akan tercipta LOYALITAS yang dapat menghasilkan kader-kader penerus yang memiliki kesetiaan kepada kita. Menurut nabi Muhammad S.A.W ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam membentuk kader-kader penerus :
- Anak yang saleh, maksudnya adalah bagaimana kita dapat membina sumber daya manusia yang berkualitas sehingga menjadi kader yang berkualitas pula.
- Amal jariyah, maksudnya adalah bagaimana kita memberikan sarana dan prasarana bagi kader-kader kita di masa mendatang nanti.
- Ilmu yang berguna, maksudnya adalah kita harus dapat mengajarkan ilmu yang berguna bagi mereka di kemudian hari agar dapat menjadi penerus yang berkualitas.
Tingkatan yang ketiga adalah bagaimana kita
dapat menjadi pemimpin yang dapat membimbing dan membina atau memberikan
MOTIVASI kepada calon penerus kita, yaitu dengan cara membimbing dan memberikan
contoh serta nasehat-nasehat yang berharga bagi mereka, atau dengan kata lain
kita harus menjadi pemimpin yang memiliki AKHLAKUL KARIMAH, yaitu pancaran
sifat ILAHIAH dan memiliki akhlak yang bermoral.
Pemimpin yang Berkepribadian.
Menurut HARRY S TRUMAN “Disiplin pribadi adalah suatu hal yang datang terlebih dahulu. Pemimpin tidak akan berhasil memimpin apabila ia tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus dapat menjelajahi dirinya sendiri, mengenal lebih mendalam siapa diri sebenarnya. Sebelum memimpin keluar seorang pemimpin harus mampu untuk memimpin kedalam dirinya terlebih dahulu.”
Pekerjaan inilah sebenarnya yang paling berat,
karena memimpin diri sendiri melawan hawa nafsu adalah refleksi dari
kedisiplinan diri. Musuh yang paling besar adalah diri sendiri, apabila
kita dapat mengendalikan diri sendiri niscaya kita akan menjadi pemimpin yang
memiliki kepribadian yang tinggi, karena peperangan melawan diri sendiri adalah
peperangan yang sesungguhnya antara ketakutan kita dan keberanian kita sendiri.
Apabila kita dapat memenangkan peperangan
terhadap diri sendiri atau terhadap hawa nafsu maka kita akan menjadi seorang
pemimpin yang memiliki kepribadian yang akan di ikuti oleh pengikut kita karena
kita sudah menjadi seorang yang sangat berani dalam mengalahkan hawa nafsu atau
keinginan diri sendiri, sahingga membentuk kita menjadi pemimpin yang tegas dan
tidak plin-plan.
Pemimpin Abadi.
Jaman sekarang memang sudah ada pemimpin yang dicintai, dipercaya, dan juga pemimpin yang membimbing dengan baik, namun apabila terbukti sudah tidak sesuai dengan hati nurani maka pengaruh sang pemimpin hanya akan sampai di situ saja. Maka manusia yang di karuniai hati oleh tuhan sebagai radar untuk menentukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, kita dapat segera ‘mendeteksi’ hal yang tidak berkenan sehingga dapat memutuskan untuk tidak mengikuti hal tersebut. Sifat ajaran dari nabi Muhammad S.A.W adalah intelektual dan spiritual yang pada prinsipnya mengajarkan manusia kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode seperti inilah yang dapat memberikan kebebasan bagi hati nurani untuk senantiasa mengikuti karena tidak adanya unsur pemaksaan dan memberikan kebebasan berpikir tanpa adanya unsur pemaksaan yang menekan atau mendikte perasaan kita. Seperti jawaban nabi Muhammad S.A.W terhadap pertanyaan Ali bin Abi Thalib Ra:
” Makrifat adalah modalku, akal pikiran adalah
sumber agamaku,rindu kendaraanku, berdzikir kepada allah kawan dekatku”
” Keteguhan perbendaharaanku, duka adalah
kawanku, ilmu adalah senjataku, ketabahan adalah pakaianku”
” Kerelaan sasaranku, faqr adalah kebanggaanku, menahan diri adalah
pekerjaanku, keyakinan makananku”
” Kejujuran perantaraku, ketaatan adalah
ukuranku,berjihad perangaiku dan hiburanku adalah dalam sembahyang.”
Pemimpin yang abadi adalah pemimpin yang dapat
memberikan ketentraman di hati para pengikutnya tanpa adanya perasaan tertekan,
terpaksa atau keragu-raguan. Apabila kita sebagai pemimpin dapat memenangkan
hati pengikut kita maka niscaya kita akan menjadi pemimpin yang abadi.
Pemimipin abadi adalah pemimpin yang dapat memimpin dengan suara hatinya dan
diikuti pula oleh suara hati para pengikutnya.
Diambil dari berbagai sumber .
Jumat, 19 April 2013
Seni Berbakti pada Orang Tua
Bagi yang belum pernah merasakan nikmat dan indahnya berbakti kepada orang tua
Bagi yang belum maksimal berbakti kepada mereka
Ketauhilah…bahwa ternyata dalam usaha untuk melaksanakan bakti terdapat seni!
Seni bagaimana bertutur kata yang baik…mencari kata-kata yang tidak menyakiti orang tua.
Seni bagaimana membuat orang tua selalu tersenyum bahkan kalau bisa tertawa riang gembira.
Seni bagaimana menahan rasa ingin makanan dan minuman yang tersedia karena dikira orang tua juga menginginkannya.
Seni bagaimana berusaha mencari makanan dan minuman yang diinginkan oleh orang tua, meskipun terkadang harus kepanasan, kehujanan.
Seni bagaimana lebih mendahulukan mereka dibandingkan anak dan istri tanpa menelantarkan anak dan istri.
Seni bagaimana menjaga perasaan orang tua.
Seni bagaimana bersikap tawadhu’ di depan orang tua.
Seni ketika menafkahi orang tua, bagaimana kita harus lebih beriman kepada janji Allah Ta’ala dalam hal memberikan nafkah, meskipun terkadang kita dalam keadaan sulit dan kepepet.
Seni bagaimana agar orang tua tidak malu menerima pemberian kita, anaknya.
Dari sinilah akhirnya, semoga kita lebih memahami:
1- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh seseorang lebih mendahulukan berbakti kepada orang tuanya dibandingkan berjihad ( sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari)
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ ( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ ).
Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata; “Pernah seseorang mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu ia minta izin untuk berjihad, Lalu Beliau bertanya: “Apakah kedua orang tua masih hidup?” Orang itu menjawab:”Iya”. Beliau bersabda: “Berjihadlah dalam mengurus keduanya.” HR. Bukahri.
2- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seseorang untuk tetap diam bersama ibunya, karena pada kedua kaki ibunya terdapat surga.
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ، أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ فَجِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ. قَالَ: «أَلَكَ وَالِدَةٌ؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «اذْهَبْ فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلَيْهَا» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ.
Artinya: “Mu’awiyah bin Jahimah meriwayatkan bahwa Jhimah radhiyallahu ‘anhu pernah mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: “Sungguh aku ingin berperang, dan aku datang meminta petunjuk kepada engkau?”, beliau bersabda: “Apakah kamu memiliki ibu?”, ia menjawab: “Iya”, beliau bersabda: “Pergilah dan tinggallah bersamanya, karena sesungguhnya surga pada kedua kakinya.” HR. Al Hakim, beliau berkata: “Hadits ini adalah yang shahih sanadnya dan belum disebutkan oleh kedua imam (Yaitu Imam Bukhari dan Muslim).
3- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang pemuda yang telah membuat ibunya menangis untuk kembali membuatnya tertawa.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ ( أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي جِئْتُ أُرِيدُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَقَدْ أَتَيْتُ وَإِنَّ وَالِدَيَّ لَيَبْكِيَانِ قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا ).
Artinya: “Abdullah bin ‘Amr berkata: “Seseorang pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku datang ingin berjihad bersama, aku berharap wajah Allah dan kehidupan ahirat, dan aku telah datang dalam keadaan kedua orang tuaku benar-benar menangis?”, beliau menjawab: “Kalau begitu, kembalilah kepada keduanya, buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana kamu telah membuat mereka berdua menangis.” HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan An Nasai.
Sobat …
Sungguh pemandangan yang terindah, yang sangat sulit dilupakan bagi seorang anak shalih. semoga Allah Ta’ala membantu kita mewujudkannya. Allahumma amin.
Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Sumber : Muslim.Or.Id
Kamis, 18 April 2013
BBM DISUBSIDI ADALAH OMONG KOSONG
Percakapan
antara Djadjang dan Mamad
Oleh
Kwik Kian Gie
Pemerintah
berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium,
karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka
pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.
Apakah
benar begitu ? Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj)
seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang
Doktor yang pandai menghafal.
Dj
: Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari
harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ?
M
: Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak
mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan
oleh pemerintah untuk mengadakan
bensin.
Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : “Jika harga minyak USD
150 per barrel,subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320
trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan
keluarkan
(subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.”
Dj
: Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah
mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500 ? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan
perhitungannya bagaimana ?
M
: Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu
yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga
minyak mentah USD 80 per barrel. Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi
(lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasirata-rata ke semua
pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah
dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan
uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 =
Rp.
628,93 – kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80
per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x
10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah
seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500.
Jadi
rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 – Rp. 4.500). Kerugian ini yang
harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi.
Dj
: Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan
diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau
menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang
ditentukan oleh orang lain ?
M
: Lalu, harus dihargai dengan harga berapa ?
Dj
: Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi
dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 – Rp. 630 = Rp. 3.870 per
liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ?
Kenapa
harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000 ?
M
: Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per
barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp.
5.000 (setelah dibulatkan ke bawah).
Dj
: Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia
?
M
: Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal
28 ayat 2. Bunyinya :
“Harga
Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang
sehat dan wajar.” Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran
yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York
Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ? Jadi harga yang ditentukan di
sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga
pokok.
Dj
: Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat
Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut. Mengapa bangsa Idonesia yang
mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang
ditentukan oleh NYMEX ? Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya
bertentangan dengan konstitusi kita. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang
berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas
Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang
sehat
dan wajar dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.”
M
: Kan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP) ?
Dj
: Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih
berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, keuali Gas Bumi untuk rumah
tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG
WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”. Maka sampai sekarang istilah “subsidi” masih
dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX.
M
: Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan “menghapus subsidi” itu
bertentangan dengan UUD kita ?
Dj
: Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang
dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang
tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa
Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia.
Menurut
saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin
dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka
pompa bensin dan dapat untung dari
konsumen
bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron.
M
: Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga
yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630
per liternya ?
Dj
: Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD
kita juga tidak pernah berpikir begitu. Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun
2001 tentang Migas, pemerintah menentukan harga atas dasar kepatutan, daya beli
masyarakat dan nilai strategisnya. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap
sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi : ”Barang
yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai
oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” Dengan
harga Rp. 2.700 untuk premium,harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol,
tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 – Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima.
Harus
disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp.
600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka
ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas
dibulatkan menjadi Rp. 4.500. Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD
80 per barrel pemerintah tidak terima lagi,karena maunya yang menentukan harga
adalah NYMEX, bukan bangsa sendiri. Dalam benaknya, pemerintah
maunya
dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel,
sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu: Harga minyak
mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel.
Per
liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan biaya-biaya tunai
sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660 Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli
Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX.
M
: Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi
dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar
dibandingkan dengan produksi.
Dj
: Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana
perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor.
Langganan:
Postingan (Atom)