Rabu, 25 Juni 2014

DI KUBUNYA BANYAK PRO ISRAEL, JOKOWI COBA2 JUAL PALESTINA BY: @RAGILNUGROHO1



Jebloknya dukungan dari basis Islam dicoba didongkrak oleh Jokowi dengan isu Palestina. Ini tanda kepanikan #analisis

Dengan isu Palestina, kubu Jokowi berharap basis basis Islam yang lebih condong ke Prabowo beralih ke mereka. #analisis

Tapi isu Palestina yang dilemparkan oleh Jokowi dianggap biasa biasa saja karena beberapa sebab. #analisis

Pertama, tidak ada yang baru isu Palestina yang dilemparkan Jokowi. Semua presiden Indonesia, sejak Sukarno-SBY mendukung kmrdkn Palestina.

Sukarno bahkan sampai melarang timnas sepakbola Indonesia bertanding dengan timnas Israel slm mrk masih menjajah Palestina. #analisis

Sementara Jokowi hanya sebatas mendukung kemerdekaan Palestina tanpa berani mengutuk AS dan Israel yang menjadi biang kerok. #analisis

Kedua, isu tentang Palestina yang digulirkan Jokowi terlihat hanya sebatas jualan krn selama PDIP tak pernah bicara Palestina. #analisis

Selama ini, partai yang paling konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina hanya PKS. Shg yg disampaikan Jokowi dianggap sensasi semata.

Ketiga, kalau tujuan Jokowi untuk menarik basis Islam, maka terlihat kontradiktif krn: #analisis

Selama ini PDIP merupakan salah satu partai yang gentol mengganjal aspirasi umat Islam, misal UU Pornografi, UU Zakat, Perda syariah, dll.

PDIP juga paling keras menolak penerapan syariat Islam di Aceh. Ketika Mega berkuasa menerapkan Darurat Militer di Aceh. #analisis

Keempat, di kubu Jokowi banyak pendukunya yang pro Israel. Mereka sangat permisif terhadap Israel. #analisis

Goenawan Mohamad, salah satu pendukung Jokowi dari unsur PSI, pernah menerima penghargaan dari Israel. #analisis

JR, seorang bohir Jokowi, penganut Kristen Edvagan yang pusatnya di AS. Komunitas Kristen ini banyak memberikan bantuan terhadap Israel.

Pada tahun 99 PDIP lewat Subagyo Anom, melakukan lobi kepada pemerintahan Israel untuk danai PDIP #analisis

Dengan fakta fakta tersebut, isu yang dilemparkan Jokowi mendukung kemerdekaan Palestina justru menjadi antipati dikalangan umat Islam.

Supir Gelap Pada Pilpres 2014



Istilah ‘penumpang gelap’ pada pilpres sebenarnya tidak asing di telinga. Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP pernah melontarkan istilah itu ketika pilgub DKI Jakarta, pada tahun 2012 lalu. Megawati yang terkaget – kaget ketika terlambat mengetahui fakta bahwa Joko Widodo cagub DKI Jakarta yang menang dalam pilgub ternyata memiliki multi loyalitas alias punya banyak tuan dan nyonya.

Fakta penumpang gelap yang mengejutkan Megawati itu sayangnya terlambat disadari. Mendadak saja, Megawati dikepung konspirasi kekuatan besar yang tidak mampu dikalahkannya. Akhirnya Megawati menyerah dan terpaksa mendukung Jokowi sebagai calon presiden meski berat hati dan tahu betapa besar konsekwensi politik yang dihadapinya.

Penumpang gelap yang mendompleng Jokowi sesungguhnya bukanlah penumpang gelap. Lebih tepat disebut “supir gelap”. Istilah penumpang gelap merujuk pada satu atau banyak orang yang tiba – tiba naik ‘kendaraan’ padahal sebelumnya mereka tidak dikenal, tidak bayar tiket (tidak punya kontribusi), dan ikut serta kemana saja arah yang dituju.

Mencermati orang – orang yang ada di sekiling Jokowi, mereka bukan penumpang gelap, melainkan supir gelap. Mereka adalah pencipta, pembentuk, pembimbing, pengarah, tuan dan sutradara dari seorang aktor berbakat yang bernama Jokowi.

Tidak dapat dipungkiri lagi, capres Jokowi adalah milik banyak orang, dikendalikan banyak pihak, menjadi rebutan, ditarik ke kanan ke kiri sesuai dengan keinginan para supir yang ingin mengendalikan penuh Jokowi.
Dari berbagai model penumpang gelap, menurut pendapat senopati wirang dalam Blognya terdiri dari berbagai model, yakni:

Penumpang gelap model pedagang, yakni menjual jasa kampanye negatif dan kampanye hitam. Hal ini didukung oleh Tim Riset yang menyelidiki kelemahan lawan dan kemudian mengeksploitasinya baik secara terbuka, semi tertutup maupun tertutup. Hal ini paling banyak dilakukan di sosial media dengan ribuan akun bodong yang seolah-olah mencerminkan suatu dinamika yang sesungguhnya tidak menarik menjadi menarik.

Selama model ini berada dalam koridor persaingan kekuatan politik domestik, maka kita akan menyaksikan bagaimana proses pencitraan negatif terhadap lawan politik bekerja. Satu hal yang berbahaya adalah apabila model ini ternyata mengabdi kepada kepentingan asing yang tujuannya adalah MELEMAHKAN semua pasangan capres/cawapres dengan membenturkan perbedaan yang ada dan mengeksploitasinya dalam rangka memanaskan suhu politik.

Tujuan utamanya adalah menggerogoti rasa percaya diri rakyat Indonesia dan melemahkan dukungan moril rakyat terhadap para capres/cawapres sehingga siapapun yang akan menang akan mendapatkan penghormatan seluruh rakyat Indonesia. Tujuan lainnya adalah mendorong terjadinya kebuntuan politik melalui pengkondisian ketegangan politik baik pada level elit maupun massa akar rumput. Hal ini sangat berbahaya dan dapat menghambat proses peralihan kekuasaan yang damai, adil, dan bermartabat.

Penumpang gelap model pencuri, yakni bergabung dalam kubu salah satu pasangan capres/cawapres tanpa sungguh-sungguh mendukung pasangan capres/cawapres, malahan sebaliknya menggerogoti dana yang tersedia.

Penumpang gelap model provokator murni, yakni karena hobby memprovokasi konflik dan senang dengan dinamika ketegangan politik dan sosial maka seorang provokator seringkali sulit diduga motivasinya karena bisa jadi cukup mapan secara ekonomi namun menikmati terjadinya dinamika konflik politik. Dengan masuk ke dalam salah satu kubu atau bahkan dengan berdiri sendiri secara mandiri, kerja provokator hanya lempar isu kesana kemari sehingga membingungkan publik.

Penumpang gelap model celebrity, yakni memanfaatkan momentum kampanye capres/cawapres untuk meningkatkan level popularitas seseorang seperti layaknya celebrity. Seringkali model ini menyambar isu apapun yang penting memberikan komentar dan menambah popularitasnya di masyarakat. Hal ini dilakukan baik melalui sosial media maupun media lainnya.

Penumpang gelap yang berharap jabatan, dengan alih-alih tekad “mengabdi kepada bangsa dan negara” sesungguhnya niat dasar dari model ini adalah dengan mengharapkan jabatan. Biasanya model ini akan segera masuk Barisan Sakit Hati manakala ternyata di kemudian hari tidak mendapatkan jabatan. Meskipun banyak yang masuk dalam Timses, namun tidak semuanya tulus untuk memperjuangkan visi, misi dan kepentingan nasional. Hal ini sangat lumrah dan merupakan model yang paling banyak beredar. Meskipun kurang tepat dikatakan sebagai penumpang gelap, karena banyak yang posisinya terang benderang di dalam Timses, namun ada kalanya ketika tujuan menjadi menyempit untuk masa depan jabatan yang bersangkutan, dirinya menjadi menggelapkan diri dalam fanatisme dan mendorong hal-hal yang negatid baik terhadap lawan politik atau bahkan juga kepada kawan politik manakala terjadi konflik internal.

Penumpang gelap misi kelompok tertentu, yakni masuknya seseorang atau sekelompok orang atau grup sebagai pendukung salah satu capres/cawapres. Model ini akan tampak menawarkan kepada pihak-pihak yang bersaing dengan melakukan kalkulasi apakah ada yang akan memperjuangkan misi kelompoknya.

 Selain akan tampak adanya tawaran kontrak politik, model ini sesungguhnya hanya peduli dengan misi kelompok yang fokus. Dapat bersifat positif seperti perlindungan lingkungan, pembela HAM, dll. Namun banyak juga yang negatif, misalnya perlindungan bisnis kelompok tertentu, dll.

Penumpang gelap antek asing yang memperjuangkan misi asing di Indonesia. Perubahan pemerintah akan selalu menjadi perhatian dari negara lain dan seringkali terjadi kekhawatiran atau keinginan untuk mempengaruhi politik suatu negara oleh negara lain. Hal ini merupakan bagian dari operasi intelijen dalam bentuk covert action yang ditujukan agar pemerintahan baru di suatu negara tidak akan menjadi ancaman bagi negara yang berkepentingan. Model ini biasanya halus dan sulit dideteksi, namun ciri-cirinya adalah mengupayakan adanya suatu pengaruh tertentu ke dalam kebijakan luar negeri, ekonomi internasional, pertahanan, dan keamanan.

Sekali lagi istilah penumpang gelap sangat kontroversial dan tidak sepenuhnya tepat dalam model-model di atas. Namun setidaknya catatan ini dapat menjadi bahan pemikiran baik bagi para capres/cawapres, para Timses, dan masyarakat, agar ke depannya kita semua semakin dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi.
Penulis memperbaiki sedikit pendapat di atas, khusus pada pilpres 2014, lebih dominan eksistensi supir gelap daripada penumpang gelap.

Supir gelap ini adalah para tuan dan majikan Jokowi yang terdiri dari :

Para jenderal tuan binaan LB Moerdani yang ingin berkuasa dan mengendalikan negara melalui Jokowi. Kita sebut saja mereka para jenderal haus kekuasaan dan ingin memuaskan syahwat berkuasa. Mereka tidak mampu tampil sebagai capres, solusinya mereka menciptakan capres boneka : Joko Widodo.

Para elit konglomerat cina Indonesia yang tidak puas dengan hegemoni ekonomi yang telah diraihnya, dan ingin punya kekuasaan politik untuk memantapkan dominasi ekonomi serta meningkatkan pengaruh politiknya secara langsung di Indonesia. Mereka mendukung penuh Jokowi karena capres ini tidak punya jiwa nasionalis dan patriotis sehingga mudah bagi elit konglo cina ini untuk mewujudkan tujuan mereka : berkuasa secara politis di Indonesia.

Faksi Kristen dan Faksi Komunis di PDIP menjadi tuan dan majikan Jokowi sejak pertama kali Jokowi akan menjadi walikota Solo pada tahun 2004 lalu. Mereka adalah pencipta dan pembentuk Jokowi untuk pertama kalinya. Tujuan mereka adalah untuk meraih kekuasaan melalui capres boneka Jokowi atau setidaknya mereka bisa menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan Jokowi. Target minimal mereka adalah mewujudkan PDIP menjadi partai yang sepenuhnya mengusung misi Kristen atau Komunis.

Para pengusaha pribumi, menjadi supir cadangan dalam pilpres 2014 ini. Mereka masuk dalam daftar supir cadangan dengan tujuan agar kepentingan bisnis mereka dapat tercapai dengan kemenangan Jokowi. Syukur – syukur salah satu dari mereka bisa menjadi menteri atau menduduki jabatan politik lainnya.

Begitulah nasib pilpres 2014. Calon presiden yang tampil bukan tokoh terbaik malah sang petruk yang dibedaki tebal agar terpilih menjadi raja.

http://yudisamara.com/2014/06/22/supir-gelap-pada-pilpres-2014/

Pemerintah Akan Impor Beras Hingga 500 Ribu Ton

Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan importasi beras sebanyak 500 ribu ton. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Rusman Heriawan mengatakan hal ini dilakukan untuk menjaga persediaan saat gejala alam El Nino yang akan bisa berlangsung beberapa bulan mendatang.

"Argumentasinya adalah begini, bahwa peristiwa El Nino juga tiap tahun akan terjadi yang penting jangan sampai produksi yang bisa dicapai turun dari jumlah itu. Jadi bagaimana kita bisa mempertahankan volume produksi," ujar Rusman di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Selasa.

Ia menjelasakan saat ini beras dari petani lokal masih cukup pasakon, Namun untuk berjaga-jaga, rencana impor 500 ribu ton beras tersebut perlu dipertimbangkan. Sebanyak 200 ribu ton untuk beras premium dan 300 ribu ton untuk beras medium.

"Karena premium itu sebenarnya enggak ganggu harga dalam negeri. Mungkin yang 300 ribu ton baru medium," jelasnya.

Ia menambahkan rencana impor tersebut hanya disiapkan saja untuk memperkuat cadangan beras di dalam negeri. Bukan berarti harus langsung dieksekusi.

"Jadi eksekusi itu hal yang berbeda dengan perencanaan. Jadi jangan kalau kita bicarakan kemungkinan impor lalu seolah- olah kita mau mengimpor. Tidak, tetapi kemungkinan impor itu dimaksudkan agar kita lebih prepare," tuturnya.

http://www.108jakarta.com/news/2014/06/25/50076/Pemerintah-Akan-Impor-Beras-Hingga-500-Ribu-Ton

Maksimalkan Ibadah di bulan Ramadhan



Berapa banyak diantara orang-orang terdekat dengan kita tidak dapat menemui bulan Ramadhan tahun ini. Mari optimalkan amal kita di bulan Ramadhan.... Perbanyak infaq kita, untuk anak yatim, untuk mereka yang berbuka puasa, dan untuk mereka yang membutuhkan... Perbanyak membaca AlQur'an, maksimalkan ibadah sunnah....
Berapapun uang anda, bersedekahlah setiap hari
Siapa yang ingin usaha maju mendapat keuntungan yang berlipat-lipat? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin penyakit segera sembuh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin cepet dapet jodoh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin urusannya dimudahkan? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin ujiannya lulus? Ayo Berinfaq!

Berapakah seharusnya saya berinfaq?

Inilah rumus matematika sedekah.
Siapa yang menginkan 10, infaqkan saja 1
Siapa menginfaqkan 1, ia akan dapat 10
Jika anda punya uang 1 juta dan ingin mendapatkan uang dua juta, cukup anda infaqkan 200 ribu, namun jika anda menginginkan yang 10 juta, infaqkan saja semuanya yang satu juta.

Jika perusahaan menginginkan keuntungan hingga seratus maka anda mesti menginfaqkan sebesar sepuluh juta, atau jika perusahaan anda keuntungannya bersih 1 milyar menginginkan penambahan keuntungan hingga 2 milyar, perusahaan anda mesti keluarkan infaq 200 juta.

Jika anda sakit, dan sang dokter memberikan rincian biaya yang mesti dikeluarkan selama 1 bulan perawatan adalah 100 juta, maka untuk mempercepat kesembuhan infaqkan saja 10 juta

Segera buktikan ayat-ayat Allah bahwa itu akan tergantikan 10 kali lipat bahkan bisa lebih dari 700 kali lipat, anda mesti yakin. Berbagilah kepada sesama, kepada orang-orang yang disekitar anda yang lebih membutuhkan dan tunggulah keajaiban itu tidaklah lagi akan datang.

Jika itu terbukti, anda mesti menjadi orang yang ketagihan dalam berinfaq. Lihatlah orang-orang yang disekeliling anda yang lebih membutuhkan dari anda. Kunjungilah orang-orang yang tak mampu,

Alihkan belanja anda yang tadinya ke toko besar ke warung-warung kecil di sekitar anda, belanja sayuran kepada tukang sayur keliling, mudah-mudahan itu akan lebih membantu mereka

“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)
Dari Abu Hurairah r.a: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat, dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda, sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu
telah memiliki apa yang hendak kau berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

SEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab atau menunggu banyak harta.
Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)
Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261)
”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

Senantiasa terus memperbaiki diri dan memberikan kemanfaatan bagi yang lain. Hendaknya kehadiran kita ada sesuatu manfaat yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita, Baik itu tenaga, pikiran, materi dll. Tampakkan wajah ceria, murah senyum, tidak sekadar simpati saja, tetapi bagaimana bisa berempati. Berbagi dengan sesama, mengutamakan kepentingan saudaranya, saling berlomba dalam kebaikan dan taqwa

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261)

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga.

Mari turut berpartisipasi memproduksi berjuta kebaikan, Jangan puas hanya melaksanakan yang wajib. Shalat Fardhu jangan dilalaikan, lengkapi dengan shalat sunnah, ada shalat rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan lainnya. Puasa Romadhan kita laksanakannya, puasa sunnah kita kerjakan semampu kita, ada puasa 6 hari di bulan syawal, puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin dan kamis, dll. Bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, tumbuh suburkan harta anda agar lebih berkah dan semakin berkembang sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak dengan menginfaqkannya di jalan Allah niscaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik, jika di dunia belum ada ganti di akhirat kita menyesal, mengapa tidak menginfaqkannya lebih banyak lagi.