Selasa, 31 Maret 2015

Struktur Ekonomi Antisipasi Dampak penyesuaian BBM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan pembenahan struktur ekonomi agar sektor perdagangan lebih sehat dan kompetitif harus dilakukan, untuk mengantisipasi dampak penyesuaian harga BBM.

Salah satu upaya pembenahan struktur tersebut, adalah dengan memperkuat peran Bulog sebagai stabilisator harga kebutuhan pangan, terutama beras, agar tidak terjadi fluktuasi yang berlebihan dan meresahkan masyarakat. "Kita akan menjadikan Bulog lebih proaktif, kalau harga turun dia beli di pasar, kalau harga naik dia turun ke pasar supaya menjaga kestabilan harga. Kita juga akan melihat komoditas lain, dimana Bulog bisa berperan," ujar Sofyan, seperti dikutip dalam Analisadaily.com, Selasa (31/3).

Selain itu, pemerintah segera melakukan revisi atas UU No 5/1999 mengenai Komisi Pengawas Persaingan Usaha, untuk menghilangkan monopoli dari sektor usaha yang bisa merusak harga komoditas pokok dan biaya logistik. Pembenahan struktur ekonomi ini membutuhkan waktu dan masyarakat belum bisa beradaptasi dengan penyesuaian harga premium dan solar setiap bulannya.

Koordinasi Pengamat ekonomi Aviliani menambahkan pemerintah harus segera berkoordinasi dengan Organda agar biaya angkutan umum tidak memberatkan masyarakat dengan adanya kenaikan harga BBM ini, termasuk mencari solusi yang berdampak jangka panjang. Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM jenis premium penugasan di luar Jawa-Bali menjadi Rp 7.300 dari sebelumnya Rp 6.800 per liter dan solar subsidi dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter mulai 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB.

http://m.energitoday.com/2015/03/31/struktur-ekonomi-antisipasi-dampak-penyesuaian-bbm/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar