Selasa, 07 Oktober 2014

FPI Jalankan Tugas Negara dari Ancaman KG

FPI: Front Pembela Islam. Satu-satunya ormas Islam yang kosisten membela umat Islam dan Islam di Indonesia. Kita bersyukur atas kehadirannya. Tulis TM2000 pada kuliah twitnya (kultwit) Selasa, 7/10/2014.
 

Kultwit TM2000 mengatakan , JASMERAH: jangan sekalipun melupakan sejarah. Tanpa FPI, Indonesia sudah jadi Balkanisasi kedua. Hancur lebur, perang SARA, Disintegrasi NKRI. Seperti:

1. Opini sesat oleh media bayaran
2 antek KG aseng
3. Jasa FPI luar biasa besar thdp NKRI. Lalu kenapa banyak pihak tak suka dan benci pada FPI?
 

4. Benci pada FPI karena:

1. Salah paham.
2. Tidak tahu
3. Ikut-ikutan
4. Usahanya jadi ‘korban' aksi FPI
5. Sentimen
6. Dll

Sebagian orang tidak suka FPI karena ‘EKSES’ dari aksi FPI. Misalnya, sebelum dan setelah aksi, massa FPI ugal-ugalan di jalan raya. Sebagian tidak suka FPI karena kadang-kadang statment tokoh-toko FPI ‘sangat keras, lugas, to the point, bernada mengancam dst’.

Tetapi secara organisasi, FPI beraksi dan bertindak berdasarkan motif dan azas kepentingan bangsa, negara, umat.  FPI Tidak akan pernah dibubarkan. Kenapa?  Karena FPI adalah ‘organ’ negara didirikan oleh negara untuk kepentingan negara dan dibina negara.

Dulu wikileaks membocorkan info bahaw BIN, TNI! POLRI beri bantuan oprasional rutin setiap tahun kepada FPI. Benarkah? BENAR ! Benar sekali !

FPI hadir untuk menjamin institusi negara seperti TNI -POLRI, tidak menjadi sasaran kecaman, kritik, fitnah, dst dari asing (KG) dan media-media anti Islam. FPI hadir untuk mencegah dan mengantisipasi rekayasa dari kelompok tertentu yang menginginkan terjadi “bentrokan hebat secara vertikal”

FPI menjalankan tugas negara mencegah konflik vertikal yang dapat ditimbulkan dari aksi massa demo ketika dihalangi oleh aparat Polri-TNI. FPI menjalankan tugas negara agar TIDAK ADA PELUANG SEKECIL APAPUN bagi asing (konspirasi global) untuk intervensi masuk ke Indonesia.

Militer asing sering intervensi ke suatu negara dengan modus adanya aksi polisionil atau militer dari negara tersebut yang dituding melanggar HAM. Misal: massa tak terkendali, aparat polisi dan/atau militer ikut emosi, lepaskan tembakan peluru tajam, ada massa mati, asing intervensi. 


Ketika ada aksi massa anarkis, sudah terlalu lewat batas, sudah mengancam jiwa aparat yang bertugas menertibkan, sering aparat lepas kendali. Ketika peluru aparat bersarang di tubuh anggota/peserta aksi demo massa, maka media-media bayaran dan media antek asing : BLOW UP Besar-besaran. Perhatikan media massa kita, > 80% media nasional, terutama TV adalah agen asing, apalagi Metro TV dan BeritasatuTV milik pemerintah RRC

Metro TV milik PT MTI. PT MTI anak perusahaan PT Multipolar. Multipolar Grup milik James Riady. Agen pemerintah RRC. First Media Grup juga.

Trans TV, TV 7 (Trans Corp Grup) milik Salim Grup. Chairul Tandjung hanya proxy Antony Salim (salim grup). SCTV punya keluarga Suriaadmadja.

RCTI Grup milik Hary Tanoe. Artinya semua TV nasional milik WNI Keturunan Cina dan milik pemerintah China (RRC) ! Kecuali TVRI dan TVone

 Mau buat TV lagi sudah ga bisa, kapasitas satelit Indonesia penuh, PT Indosat sudah dijual jaman menteri BUMN Laksamana Sukardi antek James Riady.


RI casu quo Telkom luncurkkan satelit baru, eh cilakanya via Rusia. Gagal tahun 2012 lalu, terpaksa buat satelit baru. Mundur deh waktunya. Entah kenapa sektor strategis Telekomunikasi RI didominasi China. Huwaei kuasai > 70% software & divice. Padahal Huawei blacklisted dimana-mana.

Penguasaan media massa, sektor telekomunikasi oleh konglo cina, agen China dan negara China (RRC) di RI menyebabkan : OPINI mereka kuasai. Twit TM2000 lengkap dalam bentuk chirpstory bisa Anda baca disini


http://www.gebraknews.com/2014/10/fpi-jalankan-tugas-negara-dari-ancaman.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar