Jumat, 04 September 2015

Jalin MoU Empat Kodim Penyerapan Beras Bulog Optimis


'Babisa hanya menunjukkan lokasi beras dan  gabah milik petani atau pedagang yang akan dijual. Sedangkan transaksinya langsung dilakukan oleh Unit Pengolahan Gabah dan Beras,"-Setio Wastono, Ka Bulog Sub Divre IV Banyumas-
 
Mengoptimalkan penyerapan beras petani, Bulog Sub Divre IV Banyumas menggandeng TNI AD untuk mengawal pengadaan pangan pada tahun ini. Terutama saat musim panen akhir 2015.
 
Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas Setio Wastono mengatakan, kerjasama pengadaan pangan yang melibatkan anggota koramil hingga babinsa empat Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah eks Karesidenan Banyumas diakui telah berhasil mengerem larinya gabah ke luar daerah. Sebelumnya, Bulog sudah menjalin Mou dengan empat kodim, terdiri dari Kodim 0701 Banyumas, Kodim 0702 Purbalingga, Kodim 0703 Cilacap, dan Kodim 0704 Banjarnegara. Kerja sama tersebut efektif mulai pertengangah Agustus, saat panen gadu.
 
"Hasilnya sangat efektif kami harapkan penyerapan gabah atau beras tahun ini bisa tercapai,'' katanya, Rabu (2/9).
 
Setio mengungkapkan, selama ini, Sub Divre IV memang mengalami kesulitan dalam memaksimalkan program penyerapan pangan karena keterbatasan jumlah personel. Bulog pun kalah bersaing dengan para tengkulak yang datang dari luar daerah. 
 
"Tengkulak asal Jawa Barat berani membayar lebih tinggi daripada kami, makanya, banyak beras yang akhirnya lari keluar daerah,"katanya.
 
Dijelaskan, dalam kerjasama ini, tugas kodim adalah mengerahkan anggota masing-masing koramil melalui babinsa untuk membantu mencarikan gabah atau beras yang akan dijual petani. Selain itu, tugas lainnya yakni mensosialisasikan mengenai pengolahan paska panen agar petani siap untuk menjual gabah dalam bentuk gabah kering giling (GKG).
 
''Babisa hanya menunjukkan lokasi beras dan  gabah milik petani atau pedagang yang akan dijual. Sedangkan transaksinya langsung dilakukan oleh Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) dari Bulog Sub Divre. Jadi bukan anggota TNI yang melakukan pembelian gabah atau beras, namun mereka hanya menunjukkan lokasi petani yang akan menjual gabah atau beras,"kata Setio
 
Humas Bulog Sub Divre IV Banyumas, Priyono mengatakan, dengan Mou yang sudah dilakukan penyerapan beras dan gabah Bulog saat ini sudah bisa mencapai 400 hingga 500 ton per hari. Sebelumnya, penyerapan hanya bisa dilakukan sekitar 100- hingga 200 ton per hari.
 
"Dengan pola kerja sama ini kita optimistis mampu memenuhi target pengadaan sebanyak 80 ribu ton pada tahun 2015,'' katanya. 
   
Sementara, Komandam Kodim 0701 Banyumas Letkol Inf Erwin Ekagita Yuwana, didampingi Kepala Staf Kodim Mayor Inf Amir Maruf, mengatakan, TNI membantu pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan mengerahkan aparatnya di tingkat koramil untuk membantu mencarikan gabah atau beras yang akan dijual petani atau pedagang.‎
 
''Anggota Koramil mencari gabah atau beras hingga ke penggilingan atau sawah-sawah  petani yang baru di panen. Jadi masyarakat jangan heran jika ada TNI di sawah. Mereka sedang menjalankan tugas membantu Bulog mencari beras atau gabah,"kata Dandim
 
Anggota Koramil yang bertugas, lanjut Dandim juga  sudah dibekali pengetahuan tentang kriteria gabah atau beras seperti apa yang menjadi standar Bulog. Mulai hitungan kadar air, kadar sosoh, dan tingkat broken atau beras patah. 
 
"Anggota TNI juga melakukan sosialisasi cara dan bagaimana mengolah beras agar sesuai persyaratan Bulog," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar